DIAGNOSA KEHAMILAN

Sabtu, 16 April 2011

New Picture (1) Lama kehamilan berlangsung sampai persalinan aterm sekitar 280 sampai 300 hari.

Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan yaitu :

- triwulan I : 0 sampai 14 minggu

- triwulan II : 14 sampai 28 minggu

- triwulan III : 28 sampai 40 minggu

Diagnosis kehamilan dapat ditegakkan dengan riwayat kesehatan dan pemeriksaan klinis berdasarkan tanda dan gejala kehamilan.

Untuk dapat menegakkan kehamilan maka dapat ditetapkan dengan melakukan penilaian terhadap beberapa tanda dan gejala hamil sehingga bidan dapat mendiagnosa kehamilan

TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN

Adalah sekumpulan tanda atau gejala yang timbul pada wanita hamil yang terjadi akibat perubahan fisiologi dan psikologi pada masa kehamilan.

1. Tanda mungkin hamil

2. Tanda tidak pasti hamil

3. Tanda pasti hamil

http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com

1. Tanda Mungkin Hamil

1. Amenorhea

Wanita tidak datang menstruasi 2 bulan berturut-turut.

2. Nausea (mual) dan emesis (muntah)

Umumnya terjadi pada wanita hamil muda umur 6-8 minggu. Mual-mual pada pagi hari disebut morning sickness. Akibat dari pengaruh hormon progesteron dan estrogen sehingga pengeluaran asam lambung berlebihan.

3. Mastodynia

Payudara terasa nyeri dan kencang disebabkan payudara membesar karena pengaruh hormon estrogen pada ductus mammae dan progesteron pada alveoli.

4. Quickening

Perasaan gerakan janin pada minggu ke 18 atau minggu 20 (primigravida) dan umur 14 atau 16 minggu pada multi gravida. Gerakan janin pertama kali dapat digunakan untuk menentukan umur kehamilan.

5. Miksi

Wanita hamil trimester I dan III sering merasakan sering kencing karena uterus yang gravid mendesak vesica urinaria.

6. Konstipasi

Kesulitan buang air besar karena pengaruh hormon progesteron yang menghambat peristaltik usus dan karena perubahan pola makan.

7. Weight gain

Pertambahan berat badan ibu tidak selalu berbanding lurus dengan pertambahan berat janin. Pertambahan berat badan ibu ada artinya setelah umur 20 minggu.Umumnya pertambahan berat badan normal selama kehamilan adalah 8-14 kg.

8. Fatigue

Perasaan lelah pada ibu hamil sulit diterangkan, namun kerja jantung dirasakan lebih berat pada umur 32 minggu.

9. Nail sign

Umumnya umur 6 minggu wanita hamil mengeluh ujung kuku lunak dan lebih tipis.

10. Mengidam

Ingin makanan atau minuman tertentu. Hal ini terjadi pada bulan-bulan pertama.

11. Sinkope (pingsan)

Adanya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) sehingga menyebabkan iskemik susunan saraf pusat.

12. Pigmentasi kulit

Pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, sering dijumpai pada muka (chloasma gravidarum), dinding perut (striae gravidarum = suatu perubahan warna seperti jaringan parut), leher dan sekitar payudara (hiperpigmentasi areola mamae, puting susu menonjol, kelenjar montgomery menonjol, pembuluh darah menifes).

13. Epulis

Hipertropi papilla ginggivae (gusi berdarah).

14. Varises

Pemekaran vena-vena, dapat terjadi pada kaki, betis dan vulva. Biasanya dijumpai pada triwulan akhir.

2. Tanda tidak pasti

1. Perut membesar

2. Uterus membesar, sesuai dengan umur kehamilan.

3. Tanda Chadwicks, mukosa vagina berwarna kebiruan karena hipervaskularisasi hormon estrogen.

4. Discharge, lebih banyak dirasakan wanita hamil. Ini pengaruh hormon estrogen dan progesteron.

5. Tanda Goodell, portio teraba melunak.

6. Tanda Hegar, isthmus uteri teraba lebih panjang dan lunak.

7. Tanda Piscaseck, pembesaran dan pelunakan pada tempat implantasi. Biasannya ditemukan saat umur 10 minggu.

8. Teraba ballotement (tanda ada benda mengapung/ melayang dalam cairan), pada umur 16-20 minggu.

9. Kontraksi Braxton Hicks, kontraksi uterus (perut terasa kencang) tetapi tidak disertai rasa nyeri.

10. Reaksi kehamilan positif

3. Tanda Pasti

· Adanya gerakan janin yang dapat dilihat, dirasakan dan diraba serta ditemukan bagian-bagian janin.

· Terdengar denyut jantung janin secara auskultasi – Dapat didengar dengan stetoscop monoculer laenec, doppler, alat kardiotograf dan dilihat pada USG.

· Terlihat tulang-tulang janin pada foto rontgen – rongten sudah tidak disarankan.

Differential Diagnosa Kehamilan

1. Pseudosiesis

Terdapat amenorea, perut membesar, uterus sebesar biasa, tanda kehamilan negatif.

2. Mioma uteri

Perut membesar, rahim membesar teraba padat kadang berbenjol-benjol, tanda kehamilan negatif, perdarahan banyak saat menstruasi.

3. Kistoma ovarii

Mungkin ada menopause, perut membesar tapi pada periksa dalam uterus sebesar biasa, tanda kehamilan negatif, lamanya pembesaran perut dapat melampaui umur kehamilan.

4. Retensio urine

Uterus sebesar biasa, tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif.

5. Menopause

Terdapat amenorea, umur wanita kira-kira diatas 43 tahun, uterus sebesar biasa, tanda dan reaksi kehamilan negatif.

6. Hematometra

Terdapat amenorea yang dapat melampaui umur kehamilan, perut terasa sakit setiap bulan, terjadi penumpukan darah dalam rahim, reaksi kehamilan negatif. Hal ini disebabkan oleh himen imperforata.

Perbandingan Antara Primipara Dan Multipara

 

Primipara

Multipara

Perut

Tegang

Longgar, terdapat striae

Pusat

Menonjol

Dapat datar

Rahim

Tegang

Agak lunak

Payudara

Tegang, tegak

Menggantung, agak lunak, terdapat striae

Labia

bersatu

Agak terbuka

Himen

Koyak beberapa tempat

Karankula himenalis

Vagina

Sempit dengan rugae utuh

Lebar, rugae berkurang

Serviks

Licin, lunak, tertutup

Sedikit terbuka, teraba bekas robekan persalinan

Pembukaan

Mendatar lalu membuka

Membuka dan mendatar

Perineum

Masih utuh

Bekas luka episiotomi

Pemeriksaan Diagnostik Kehamilan

- Riwayat

- Pemeriksaan fisik

- Pemeriksaan panggul

- Uji Lab

Uji Kehamilan

1. Urin

Uji semacam ini tersedia dipasaran atau distribusi medis. Uji tersebut dinyatakan positif jika konsentrasi hCG dalam urin mencapai 25 mI, biasanya terjadi pada saat tidak menstruasi atau 12-14 hari setelah konsepsi.

Uji dengan hasil positif mempunyai nilai prediksi terhadap kehamilan sebanyak 99,5 %. Hasil negatif palsu dapat terjadi 7 karena rendahnya konsentrasi hCG, sebagai akibat urin yang terlalu encer, tanggal yang tidak akurat, KE atau gangguan pada ovum.

2. Serum Beta hCG

a. Dideteksi 7 sampai 11 hari setelah konsepsi

b. Dilakukan 2 kali setiap 2 hari selama 10 minggu

c. Penyebab turunnya hCG biasanya karena aborsi spontan, ovum yang terganggu, dan kehamilan yang dipertahankan setelah 12 minggu.

Kesimpulan

1. kategori dari tanda-tanda kehamilan adalah: Tidak Mungkin Hamil, tidak pasti hamil dan tanda pasti kehamilan.

2. Bidan harus dapat mengetahui perubahan dari tanda

7. kehamilan sehingga dapat mendiagnosa kehamilan dengan tepat

3. Bidan harus mengenal tanda-tanda kehamilan untuk dapat menjelaskan kepada ibu tentang perubahan yang terjadi dan memberikan asuhan selanjutnya.

Referensi

Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Dan Keluarga Berencana Untuk Bidan. EGC. Jakarta.

Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1. EGC. Jakarta.

Pusdiknakes, 2001. Buku 2 Asuhan Antenatal.

Sarwono, 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

Scott, J. 2002. Buku Saku Obstetri Ginekologi. Jakarta: Widya Medika.

http://www.lusa.web.id/diagnosis-kehamilan/

http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Ping your blog, website, or RSS feed for Free