EFEK SAMPING KONTRASEPSI

Kamis, 07 April 2011

Selain efektivitasnya, masing-masing metode kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya saja, metode hormonal memiliki efek samping berupa peningkatan maupun penurunan risiko terhadap beberapa penyakit. Pilihan metode bergantung pada gaya hidup, pilihan, dan keperluan pengguna.

http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com

Perbandingan Metode Kontrasepsi

No.

Metode

Keuntungan

Efek samping

Pertimbangan Lain

1

Metode Hormonal

a

Kontrasepsi Oral

Harus diminum setiap hari.

Menstruasi (perdarahan) tidak teratur selama beberapa bulan pertama.

Wanita yang berusia di atas 35 tahun dan perokok tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi oral.

Untuk kontrasepsi oral kombinasi (mengandung estrogen dan progestin), seorang wanita mengkonsumsi pil aktif setiap hari selama 3 pekan, kemudian diikuti dengan minum tablet inaktif selama 1 pekan.

Mual, perut kembung, retensi cairan, peningkatan tekanan darah, nyeri payudara, migrain, sakit kepala, pertambahan berat badan, jerawat, dan gelisah.

Beberapa gangguan juga dapat mengurangi penggunaannya.

Untuk kontrasepsi oral yang hanya mengandung progestin saja maka pil diminum setiap hari.

Meningkatkan resiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah & kemungkinan kanker leher rahim

Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral, lebih jarang mendapat kram perut saat haid, Jerawat, perdarahan tak teratur, kemungkinan terkena osteoporosis, serta resiko mendapat beberapa jenis kanker tertentu.

Kunjungan ke dokter dilakukan secara periodik untuk mengulangi resep

Peningkatan risiko bekuan darah dan kemungkinan kanker serviks

b

Implan

Kontrasepsi implan hanya perlu dipasang 1 kali untuk pemakaian selama 3 tahun. Implan dipasang oleh seorang dokter.

Menstruasi tidak teratur selama tahun pertama pemakaian.

Larangan sama seperti penggunaan kontrasepsi oral.

Sakit kepala dan penambahan berat badan.

Diperlukan torehan untuk mengeluarkan implan

c

Koyo kontrasepsi/ koyo KB

Wanita menggunakan patch kontrasepsi (berbentuk seperti koyo) untuk penggunaan selama 3 minggu. 1 minggu berikutnya tidak perlu menggunakan koyo KB.

Efek samping sama dengan kontrasepsi oral, namun jarang ditemukan adanya perdarahan tidak teratur.

Larangan sama seperti penggunaan kontrasepsi oral.

Kunjungan ke dokter dilakukan secara periodik untuk memperbarui resep.

d

Cincin vagina

Wanita memasukkan cincin setiap 3 minggu sekali. Kemudian selama 1 minggu cincin vagina dilepaskan. Cincin yang baru digunakan untuk pemakaian 1 bulan

Efek samping mirip dengan kontrasepsi oral, namun jarang ditemukan perdarahan tidak teratur.

Larangan sama seperti pada penggunaan kontrasepsi oral.

Pada minggu-minggu awal pemakaian, perlu digunakan metode kontrasepsi lain sebagai cadangan.

Cincin vagina dapat Keluar dengan sendirinya. Apabila cincin dimasukkan kembali dalam waktu kurang dari 3 jam (setelah keluar dengan tidak sengaja) maka metode kontrasepsi cadangan tidak perlu digunakan.

e

Injeksi Medroxyprogesterone

Injeksi diberikan oleh dokter setiap 3 bulan.

Terjadi perdarahan tidak teratur (seiring waktu, perdarahan makin jarang terjadi) atau tidak menstruasi sama sekali saat kontrasepsi injeksi digunakan.

Metode ini mengurangi risiko terjadinya kanker rahim (endometrial), penyakit radang panggul, dan anemia karena kekurangan zat besi.

Sedikit kenaikan berat badan, sakit kepala, dan kehilangan kepadatan tulang secara sementara

2

Metode barrier (penghalang)

a

Kondom

Pria menggunakan kondom segera sebelum melakukan hubungan seksual dan membuangnya setiap habis digunakan.

Reaksi alergi dan iritasi

Kondom lateks memberi perlindungan terhadap penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual.

Kondom banyak tersedia di toko obat bebas.

Kondom harus di gunakan secara benar. Agar efektif, metode ini memerlukan kerjasama dari pasangan.

b

Diafragma dengan krim atau gel kontrasepsi

Diafragma dapat digunakan oleh wanita sebelum melakukan hubungan seksual. Kemudian didiamkan (dibiarkan) selama 24 jam.

Reaksi alergi, iritasi & infeksi saluran kemih

Setelah diafragma dipasang, krim atau gel tambahan perlu dimasukkan sebelum melakukan hubungan
seksual.

Penentuan ukuran diafragma yang sesuai dilakukan oleh dokter (setidaknya setahun sekali).

Diafragma yang menggunakan krim atau gel kontrasepsi dapat menyebabkan penempatan diafragma menjadi berantakan.

c

Spons kontrasepsi

Spons kontrasepsi dapat dimasukkan sebelum melakukan hubungan seksual. Spons dapat dimasukkan kemudian dan dapat efektif selama 24 jam. Spons dibuang setiap habis digunakan.

Reaksi alergi dan kekeringan pada vagina atau iritasi

Spons dapat sulit untuk dikeluarkan. Spons harus dikeluarkan dalam setelah 30 jam.

Spons kontrasepsi tersedia di toko obat bebas

3

Metode lain

a

Intrauterine device (IUD)/ Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)

IUD/ AKDR hanya perlu dipasang setiap 5-10 tahun sekali, tergantung dari tipe alat yang digunakan. Alat tersebut harus dipasang atau dilepas oleh dokter.

Perdarahan dan rasa nyeri.

Kadangkala IUD / AKDR dapat terlepas.

Perforasi rahim (jarang sekali).

b

KB alami metode ritmik

Wanita memeriksa suhu tubuh, lendir vagina dan gejala lain atau kombinasi dari ketiganya hampir setiap hari.

Tidak ada.

Metode ini memerlukan ketekunan wanita dan hubungan seksual tidak dilakukan selama beberapa hari dalam sebulan.

Metode ini kurang efektif bagi wanita yang mempunyai siklus mentruasi tidak teratur

c

Sanggama terputus

Pria menarik keluar penisnya dari vagina sebelum terjadi ejakulasi.

tidak ada

Metode ini tidak dapat diandalkan karena sperma bisa saja keluar sebelum terjadi ejakulasi

Sangat diperlukan pengendalian diri dan pengaturan waktu yang tepat.

http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Ping your blog, website, or RSS feed for Free