Keperawatan Keluarga

Senin, 07 Maret 2011
BAB I
PENDAHULUAN

 
A.Latar Belakang
Salah satu aspek penting dalam keperawatan adalah keluarga. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat merupakan klien keperawatan atau penerima asuhan keperawatan. Keluarga berperan dalam menentukan cara asuhan yang diperlukan anggota keluarga yang sakit. Keberhasilan keperawatan di rumah sakit dapat menjadi si-sia jika tidak dilanjutkan oleh keluarga di rumah. Secara empiris dapat dikatakan bahwa kesehatananggota keluarga sangat berhubungan atau sangat signifikan.
 
Keluarga menempati posisi diantara individu dan masyarakat, sehingga dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada keluarga, perawat mendapat dua keuntungan sekaligus. Keuntungan pertama adalah memenuhi kebutuhan individu , dan keuntungan kedua adalah kebutuhan masyarakat. Dalam pemberian pelayanan kesehatan, perawat harus memperhatikan nilai-nilai dan budaya keluarga, sehingga keluarga dapat menerima.

Pelayanan keperawatan di rumah merupakan pelayanan keperawatan yang diberikan ditempat tinggal klien dan keluarga sehingga klien tetap memiliki otonomi utnuk memutuskan hal-hal yang terkait dengan masalah kesehatannya. Perawat yang melakukan keperawatan di rumah bertanggung jawab meningkatkan kemampuan keluarga untuk mencegah penyakit dan dan pemeliharaan kesehatan. Namun, di Indonesia belum ada lembaga atau ataupun organisasi perawat yang mengatur pelayanan keperawatan di rumahsecara administratif. Perawatan yang diberikan di rumah-rumah khususnya oleh perawat komunitas masih bersifat sukarela, belum ada pengaturan terhadap imbalan atas jasa yang diberikan.
Pengalaman belajar klinik memberikan kemampuan pada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata asuhan keperawatan keluarga yang mengalamimasalah kesehatan dengan penerapan berbagai konsep dan teorti keperawatan keluarga serta proses keperawatan sebagai pendekatan.

B.Tujuan
 
1.Tujuan Umum:
Setelah melakukan pengalaman belajar klinik mampu menerapkan asuhan keperawatan pada keluarga yang mempunyai masalah kesehatan sesuaii tugas dan perkembangan keluarga. 

2.Tujuan Khusus:
Setelah menyelesaikan belajar klinik mampu:
a) Mengidentifikasi data yang sesuai dengan masalah kesehatan keluarga.
b) Merumuskan diagnosa keperawatan keluarga sesuai dengan masalah kesehatan keluarga.
c) Merencanakan tindakan sesuai dengan diagnosa keperawatan.
d) Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.
e) Mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan.
f) Mendokumentasikan asuhan keperawatan keluarga.
  


BAB 2
TINJAUN PUSTAKA
 
 
A.Konsep Dasar
 
1.Keperawata kesehatan keluarga
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam peranannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suati kebudayaan (Salvision G Bailon dan Aracelis Maglaya, 1989).
Alasan keluarga sebagai unut pelayanan keperawatan (Freeman) adalah keluarga sebagai unit utama dari masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat, keluarga sebagai kelompok dapatmenimbulkan, mencegah, mengabaikan dan memperbaiki masalh-masalah kesehatan dalam kelomp[oknya sendiri, masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan, penyakit pada salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi anggota keluarga tersebut, keluarga merupakan perantara yang efektif dan mudah untuk berbagi usaha-isaha kesehatan masyarakat, perwat dapat menjangkau masyarakat hanya melalui keluarga, dalam memelihara pasien sebagaiindividu keluarga tetap berperan dalam mengambil keputusan dalam pemeliharaannya, keluarga merupakam lingkungan g serasi untuk mengembangkan potensi tiap individu dalam kelarga. Sedangkan tujuan perawatan kesehatan keluarga adalah memengkinkan keluarga untuk mengelola masalah kesehatan dan mempertahankan fungsi keluarga dan melindungi serta memperkuat pelayan masyarakat tentang perawatan kesehatan. 

2.Tipe-Tipe Keluarga
a) Keluarga inti Nuclar family) yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
b) Keluarga besar (Extended family) yaitu keluarga inti ditambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
c) Keluarga berantai (Serial family) yaitu keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merpakan satu kelurga inti.
d) Keluarga duda atau janda (Singgle family) yaitu keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
e) Keluarga berkomposisi (Composide) yaitu keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
f) Keluarga kabitas (Cahabitation) yaitu dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga. 

B.Tanggung Jawab Perawat
Perawat yang melakukan pelayanan keperawatan dirumah mempinyai tanggung jawab yang meliputi :
1.Memberikan pelayanan secara langsung.
Pelayanan keperawatan dapat meliputi pengkajian fisik atau psikososial, menunjukkan pemberian tindakan secara terampil dan memberikan intervensi. Kerjasama dari klien dan keluarga serta memberi perawatan utama di keluarga dalam perencanaan sangat penting untuk menjaga kesinanbungan perawatan selama perawat tidak ada di rumah. Perawat hanya memberikan perawatan dalam qaktu yang terbatas. Perawatan yang dilakukan di rumah lebih merupakan tanggung jawab dari keluarga dari pada perawat. Oleh karena itu pendidikan kesehatan menjadi intervensi utama dalam perawatan di rumah.
2.Dokumentasi
Pendokumentasian yang dilakukan selama perawatan di rumah sangat penting untuk melihat kemajuan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan yang dialami.
3.Koordinasi Antara Pelayan dan Manajemen Kasus
Perawatbertnggung jawab untuk mengkoordinasi para profesional lain dalam memberikanpelayanan kepada keluarga. Fokusperan perawat yang menjadi manajer kasus adalh kemmpuan untuk mengkaji kebutuhan, mnenukan prioritas kebutuhan,mengidentifikasi cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan mengimplementasikan rencana yang disusun.
4.Menentukan Frekuensi dan Lama Pelayanan
Frekuensi kunjungan adalah kekerapan kunjungan yang dilakukan selama periode waku tertentu sedangkan lama perawatan adalah lamanya waktu perawatan yang dilakukan di rumah.
5.Advocacy
Tanggung jawab sebagai penasehat bagi klien yang dimaksut di sini adalah peran perawat sebagaipenasehat tertama yang berhubungan dengan masalah pembayaran yang terkait dengan pelayanan yang diberikan. 

C.Asuhan Keperawatan Keluarga
Asuhan keperawtan keluarga merupakan proses yang kompleks denganmenggunakan pendekatan sistimatik untuk bekerjasama dengan keluarga dan individu sebagai anggota keluarga. 

1.Tahap pengkajian
Pengkajian adalah tahapan dimana seseorang perawat mengambil informasi secara terus menerus terhadap anggota keluarga yang dibinanya. Hal-hal yang dikaji dalam keluarga adalah: 

a. Data Umum :
Meliputi nama kepala keluarga, alamat, pekerjaan dan pendidikan kepala keluarga, komposisi keluarga yang terdiri dari nama, jenis kelamin, hubungan dengan dengan KK, umur, pendidikan, dan status imunisasi dari masing-masing anggota keluarga serta genogram.
Tipe keluarga, Menjelaskan mengenai jenis tipe keluarga beserta kendala atau masalah yang terjadi dengan jenis tipe keluarga tersebut.
Suku bangsa. Mengkaji asal suku bangsa keluarga tersebut serta mengidentifikasi budaya suku bengsa tersebut terkait dengan kesehatan.
Agama. Mengkaji agama yang dianut oleh keluarga serta kepercayaan yang dapat mempengaruhi kesehatan.
Status sosial ekonomi keluarga. Status sosial ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan baik dari kepala keluarga maupuan anggota keluarga lainnya. Selain itu status sosial ekonomi keluarga ditentuka pula oleh kebutuhan –kebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga serta barang-barang yang dimiliki oleh keluarga.
Aktivitas rekreasi keluarga. Rekreasi keluarga tidak hanya dilihatkapan saja keluarga bersama-sama untuk mengunjungi tempat rekreasi tertentu namun dengan menonton TV dan memdengarkan radio juga merupakan aktivitas rekreasi. 

b. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap perkembangan keluarga saat ini ditentukan oleh anak tertua dari keluarga inti.
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi. Menjelaskan bagaimana tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh keluarga serta kendalanya.
Riwayat keluarga inti. Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga inti, yang meliputi riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing- masing anggota dan sumber pelayanan yang digunakan keluarga. 

c. Pengkajian Lingkungan
Karakteristik Rumah. Diidentifikasi dengan melihat luas rumah, tipe rumah, jumlah ruangan, jumlah jendela, pemanfaatan ruangan, peletakan perabot rumah dan denah rumah.
Karakteristik Tetangga. Menjelaskan mengenai karakteristik tetangga dan komunitas setempat yang meliputi kebiasaan , lingkungan fisik, aturan atau kesepakatan penduduk setempat, budaya yang mempengaruhi kesehatan.
Mobilitas Geografis Keluarga. Mobilitas geografis keluarga yang ditentukan dengan kebiasaan keluarga berpindah tempat.
Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat. Menjelaskan mengenai waktu yang digunakan keluarga untuk berkumpul serta perkumpulan keluarga yang ada.
Sistem Pendulung Keluarga. Yang termasuk sistem pendukung adalah jumlah anggota keluarga yang sehat, fasilitas yang dimiliki keluarga untuk menunjang kesehatan yg meliputi fasilitas fisik, psikologis atau dukungan darui keluarga dan fasilitas sosial atau dukungan masyarakat setempat. 

D.Struktur Keluarga
Pola Komunikasi Keluarga. Menjelaskan mengenai cara berkomunikasai antar anggota keluarga.
Struktur Kekuatan Keluarga. Kemampuan anggota keluarga mengendalikan dan mempengaruhi orang lain untuk mengubah perilaku.
Struktur Peran. Menjelaskan peran dari masing-masing anggota keluarga baik secara formal maupun informal.
Nilai atau norma keluarga. Menjelaskan mengenai nilai norma yang dianut keluarga yang berhubungasn dengan kesshatan. 

E.Fungsi Keluarga
Fungsi Efektif. Mengkaji gambaran diri keluarga, perasaan memiliki dan dimilikai keluarga, dukungan keluarga terhadap anggota keluarga lainnya, kehangatan kepada keluarga dan keluarga mengembangkan sikap saling menghargai.
Fungsi Sosialisasi. Bagaiman interaksi atau hubungan dalam keluarga dan sejauh mana anggota keluarga belajar disiplin, norma tau budaya dan perilaku.
Fungsi Perawatan Kesehatan. Sejauh mana keluarga menyiapkan makanan, pakaian dan perlindungan terhadap anggota yang sakit.
Pengetahuan keluarga mengenai sehat-sakit, kesanggupan keluarga melakukan pemenuhan tugas perawatan keluarga yaitu :
Mengenal masalah kesehatan : sejauhmana keluarga mengenal fakta-fakta dari masalah kesehatan meliputi : pengertian, tanda dan gejala, penyebab dan yang mempengaruhi serta persepsi keluarga terhadap masalah.
Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat , sejauhmana keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah, apakah masalah dirasakan, menyerah terhadap masalah yang dihadapi, takut akan akibat dari tindakan penyakit, mempunyai sikap negatip terhadap masalah kesehatan, dapat menjangkau fasilitas yang ada, kurabng percaya terhadap tenaga kesehatan dan mendapat informasi yang salah terhadap tindakan dalam memgatasi amsalah.
Perawat anggota yang sakit, sejauh mana anggota keluarga mengetahui keadaan penyakitnya, mengetahui sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan, mengetauhui sumber-sumber yang ada dalam keluarga (anggota keluarga yang bertanggung jawab, keuangan, fasilitas fisik, psikososial), mengetahui keberadaan fasilitas yang diperlukan untuk perawatan dan sikap keluarga terhadap yang sakit.
Memelihara lingkungan rumah yang sehat : sejauh mana mengetahiu sumber-sumber keluarga yang dimiliki , keuntungan/manfaat pemeliharaan lingkungan, mengetahipentingnya hygine sanitasi dan kekompakan antar anggota keluarga.
Menggunakan fasilitas atau pelayanan kesehatan di masyarakat : apakah keluarga mengetahuii keberadaan fasilitas kesehatan, memahami keuntungan yang diperoleh dari fasilitaskesehatan, tingkat kepercayaan keluasrga terhadap petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan tersebut terjangkau oleh keluarga.
Fungsi reproduksi. Mengkaji berapa jumlah anak, merencanakan jumlah anggota keluarga, metode apa yang digunakan keluarga dalam mengendalikan jumlah anggota keluarga.
Fungsi Ekonomi. Mengkaji sejauh mana keluarga memenuhi kebutuhan sandang, pamgan, dan papan, dan memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat dalam upaya meningkatkan status kesehatan keluarga. 

F.Stress dan Koping Keluarga
Stressor jangka pendek yaitu yang dialamo keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu + 6 bulan dan jangja panjang yaitu yang memerlukan penyelesaian lebih dari 6 bulan.
Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi atau stressor. Mengkaji sejauh mana keluarga berespon terhadap situasi atau stressor.
Strategi koping yang digunakan. Strategi koping apa yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.
Strategi adaptasi disfungsional. Dijelaskan mengenai adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan. 

G.Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. Metode yang digunakan pada pemeriksaan, tidak berbeda dengan pemeriksaan fisik di klinik. 

H.Harapan Keluarga
Pada akhir pengkajian , perawat menyatakan harapan keluarga terhadap petugas kesehatan yang ada. 

2.Perumusan Diagnosis Keperawatan Keluarga
Diagnosa keperawatan keluarga dirumuskan berdasarkan data yang didapatkan pada pengkajian. Tipologi dari diagnosis keperawatan :
a.Aktual (terjadi deficit atau gangguan kesehatan).
Dari hasil pengkajian didapatkan data mengenai tanda dan gejala dari gangguan kesehatan.
b.Resiko (ancaman kesehatan)
Sudah ada data yang menunjang namun belum terjadi gangguan.
c.Potensial (keadaan sejahtera atau “wellness”).
Suatu keadaan dimana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan keluarga dapat ditingkatkan.
Dalam suatu keluarga perawat dapat menemukan lebih dari satu diagnosa keperawatan. Untuk menentukan prioritas terhadap diagnosa keperawatan keluarga yang ditemukan dihitung dengan menggunaka skala prioritas. 

3.Perencanaa Keperawatan Keluarga
Perencanaan perawatan keluarga terdiri dari penetapan tujuan yang mencangkup tujuan umum dan tujuan khusus serta dilengkapi dengan kriteria dan standar. Kriteria dan standar merupakan pernyataan spesifik tentang hasil yang diharapkan dari setiap tindakan kepertawatan berdasarkan tujuan khusus yang ditetapkan. 

4.Tahapan Tindakan Keperawatan Keluarga
Tindakan keperawatan keluargan mencangkup hal-hal di bawah ini :
a.Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenai masalah dan kebutuhan kesehatan dengan cara memberi informasi, mengidentifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan, dan memdorong sikap emosi yang sehat terhadap masalah.
b.Menstimulus keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat dengan cara mengidentifikasi konsekuensi tidak melakukan tindakan, mengidentifikasi sumber-sumber yang dimiliki keluarga dan mendiskusikan tentang konsekuensi tiap tindakan.
c.Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga yang sakit dengan cara mendemonstrasikan cara perawatan, menggunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah dan mengawasikeluarga melakukan perawatan.
d.Membantu keluarga untuk menemukan cara bagaimana membuat lingkungan menjadi sehat dengan cara menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga dan melakukan perubahan lingkungan keluarga seoptimal mungkin.
e.Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada dengan cara mengenakan fasilitas kesehatan yang ada lingkungan keluarga dan membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada. 

5.Tahap Evaluasi
Sesuai rencana tindakan yang diberikan, dilakukan penilaian untuk melihat keberhasilannya. Bila tidak/belum berhasil perlu disusun rencana baru yang sesuai. Semua tindakan keperawatan mungkin tidak dapat dilakukan dalam satu kali kunjungan ke keluarga. Untuk itu dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan waktu dan kesediaan keluarga. Tahapan evaluasi dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan selama proses asuhan keperawatan, sedangkan evaluasi sumatif adalah evaluasi akhir.

technorati : AUJ5EZ7789EW

0 komentar:

Poskan Komentar

Ping your blog, website, or RSS feed for Free