EFISIENSI PERSEDIAAN OBAT

Sabtu, 28 Mei 2011

Tujuan dalam manajemen persediaan obat di IFRS adalah tercapainya efisiensi yaitu suatu keadaan ketersediaan obat yang tidak menambah beban keuangan baik biaya penyimpanan maupun biaya karena kelebihan persediaan. Efisiensi persediaan diukur dengan besaran nilai Turn Over Ratio yaitu harga pokok penjualan pertahun dibagi nilai rata-rata persediaan obat. TOR obat antibiotik merupakan besarnya perputaran dana untuk tiap-tiap jenis obat antibiotik dalam satu periode. Dapat dihitung dengan rumus :

clip_image002

Semakin tinggi nilai TOR, maka semakin efisien pengelolaan persediaan.

http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com/

Tingkat perputaran persediaan menunjukkan berapa kali persediaan tersebut diganti dalam arti dibeli dan dijual kembali. Semakin tinggi tingkat perputaran persediaan tersebut maka jumlah modal kerja yang dibutuhkan semakin rendah. Semakin tinggi tingkat perputaran persediaan akan semakin tinggi pula kemungkinan meningkatnya nilai return of investment (ROI). Untuk dapat mencapai tingkat perputaran yang tinggi maka harus diadakan perencanaan dan pengawasan persediaan secara terus menerus.

Referensi :

1. Istinganah. Danu, S. S. Santoso, A.P. Evaluasi Sistem Pengadaan Obat dari Dana APBD Tahun 2001-2003 Terhadap Ketersediaan Dan Efisiensi Obat. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. 2006; 09 : 31-41. Diambil dari http://www.jmpk-online.net/files/05-istinganah.pdf. tanggal 11 Agustus 2007.

2. Ratnaningrum, E. Pengembangan Model Pengadaan Alat Kesehatan Habis Pakai Untuk Mencapai Efisiensi Biaya Di Instalasi Farmasi RSUD Kota Semarang (Tesis). 2002

http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar

Ping your blog, website, or RSS feed for Free