SOAL LATIHAN BIOSTATISTIK (bagian 2)
Latihan
1. Sebutkan Cara Pengambilan Sampel dengan random...?
2. Aplikasikan bagaimana pengambilan sampel dengan mengunakan sistematik random sampling..?
3. Suatu penelitian dilakukan di rumah sakit A untuk mengetahui hubungan antara paritas ibu bersalin dengan tekanan darah.. dalam kasus ini diduga ibu yang mempunyai paritas banyak lebih memungkinkan terjadi tekanan darah yang lebih tinggi.
http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com
| No | Paritas | Tekanan darah |
| 1 | 3 | 120 |
| 2 | 4 | 120 |
| 3 | 2 | 120 |
| 4 | 1 | 110 |
| 5 | 3 | 130 |
| 6 | 4 | 140 |
| 7 | 6 | 140 |
| 8 | 7 | 160 |
| 9 | 4 | 140 |
| 10 | 7 | 180 |
| 11 | 5 | 130 |
| 12 | 4 | 130 |
| 13 | 5 | 140 |
| 14 | 3 | 120 |
| 15 | 4 | 130 |
Ujilah data tersebut dengan uji korelasi pearson.
4. Suatu penelitian dilakukan di rumah sakit Sayang Ibu untuk mengetahui risiko pengunaan alat kontrasepsi terhadap kejadian ca servic. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut:
| No | Kontrasepsi | Ca servic |
| 1 | Ya | Ya |
| 2 | Tidak | Tidak |
| 3 | Ya | Tidak |
| 4 | Ya | |
| 5 | Tidak | Ya |
| 6 | Tidak | Ya |
| 7 | Ya | Tidak |
| 8 | Tidak | Ya |
| 9 | Ya | Ya |
| 10 | Tidak | Ya |
| 11 | Ya | Ya |
| 12 | Tidak | Tidak |
| 13 | Tidak | Ya |
| 14 | Ya | Tidak |
| 15 | Tidak | Ya |
| 16 | Tidak | Tidak |
| 17 | Tidak | Tidak |
Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, apakah peluang ibu yang mengunakan kontrasepsi lebih besar terjadi ca servic....?
KORELASI PEARSON
1. Korelasi Pearson
Analisis korelasi person merupakan salah satu analisis uji statistik yang tergolong kedalam statistik parametrik. Analisis korelasi pearson mensyaratkan bahwa distribusi data normal dan variansi sama. Jika asumsi ini tidak terpenuhi sebaiknya digunakan analisis yang lain untuk menguji hipotesis yang bebentuk korelasional.
http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com
Skala data yang menyertai analisis korelasional biasanya dalam bentuk interval atau rasio.
Analisis korelasi pearson mengisyaratkan atau digunakan untuk membuktikan hipotesis yang sifatnya hubungan.
Rumus
Dimana
= Korelasi antar variabel x dan y
X = (Xi – x)
Y = (Yi – Y)
2. Kasus Korelasi
Permasalahan yang sering terjadi dalam penelitian adalah bahwa peneliti melupakan persyaratan untuk mengunakan analisis pearson. Jika dalam suatu penelitian diperoleh bahwa distribusi data tidak normal dan variansi tidak sama maka digunakan analisis yang lebih sederhana yaitu analisis kendall’s tau atau analisis spearman.
Contoh kasus
Suatu penelitian dilakukan di di Puskesmas gamping Sleman terhadap sepuluh subjek penelitian untuk mengetahui ada tidak nya hubungan antara kebiasaan makan sambal dengan kejadian diare. berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut:
| No | Frekuensi makan sambal | Frekuensi kejadian diare | (x-µ) X | (Y-µ) y | X2 | Y2 | Xy |
| 1 | 8 | 3 | |||||
| 2 | 9 | 3 | |||||
| 3 | 7 | 2 | |||||
| 4 | 6 | 2 | |||||
| 5 | 7 | 2 | |||||
| 6 | 8 | 2 | |||||
| 7 | 9 | 3 | |||||
| 8 | 6 | 1 | |||||
| 9 | 5 | 1 | |||||
| 10 | 5 | 1 | |||||
| ∑=70 µ =7 | ∑=20 µ=2 | 0 | 0 | 20 | 6 | 10 |
Data fiktif
Jawab
UJI STATISTIK 1 DAN 2 POPULASI
UJI SATU POPULASI
UJI SATU POPULASI
Pengantar
Uji statistik untuk satu populasi dimaksudkan untuk melakukan pengujian hipotesis pada satu populasi. Pengujian hipotesis ini biasa sering disebut pengujian hipotesis deskriptif.
Statistik parametrik yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis diskriftif bila datanya berbentuk interval atau rasio adalah uji t-test 1 sampel.
http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com
Rumus
Rumus yang biasa digunakan adalah
Contoh kasus
Suatu penelitian dilakukan di UGM terhadap 10 mahasiswa terhadap berat badan mahasiswa. Seorang peneliti menduga bahwa berat badan mahasiswa UGM = 65 kg.
Ujilah hipotesis peneliti tersebut dengan uji beda mean.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut:
| No | BB MHS |
| 1 | 68 |
| 2 | 63 |
| 3 | 46 |
| 4 | 62 |
| 5 | 64 |
| 6 | 47 |
| 7 | 59 |
| 8 | 44 |
| 9 | 50 |
| 10 | 67 |
Penyelesaian
1. Menentukan Hipotesis
Ho; Berat badan mahasiswa UGM adalah 60 Kg
Ha: Berat badan mahasiswa UGM tidak sama dengan 60 kg
2. Menentukan daerah penerimaan hipotesis
Alfa = 0,05
3. Perhitungan
4. Hasil
5. Kesimpulan
6. Arti
UJI STATISTIK 2 POPULASI
UJI CHI SQUARE
1. Pengantar
Dalam kerangka pengunaan uji chi square, terdapat beberapa uji chi square diantarannya uji chisquare untuk goognes of fit dan uji chi square untuk independensi. Uji statistik chi square dapat digunakan untuk menguji hipotesis bila data populasi terdiri dari 2 atau lebih kelas dan data berbentuk nominal.
Sampel independensi biasanya digunakan dalam penelitian yang mengunakan pendekatan survey, sedangkan sampel yang berpasangan sering di gunakan dalam penelitian eksperimen.
2. Chi square (uji independensi)
Untuk menlakukan analisis chi square kita memerlukan tabel bantu untuk mempermudah perhitungan dengan mengunakan uji chi square. Tabel yang biasa seperti pada format berikut:
Sebuah contoh ilustrasi:
|
Variabel | Variable dependent (kejadian infeksi) | RP/OR/RR | X2 | P | CI 95% | |
| Ya | Tidak | |||||
| Variable independent (kepatuhan bidan) | ||||||
| Ya | A | B | ||||
| Tidak | C | D |
Rumus
Keterangan
Sel A adalah faktor yang terpapar (tidak patuh ) dan terjadi infeksi.
Sel B adalah faktor yang terpapar dan tidak terjadi infeksi
Sel C adalah faktor yang tidak terpapar dan kejadian infeksi
Sel D adalah faktor yang tidak terpapar dan tidak terjadi infeksi.
Suatu contoh
Seorang manajer rumah sakit ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam kedisiplinan bekerja. Kedisiplinan bekerja dalam kasus ini diukur dengan kelengkapan absensi kehadiran kerja setiap hari selama 1 bulan. Jika asumsi kedisiplinan kerja dihitung dengan jumlah tidak pernah absen dalam satu bulan dimana dalam satu bulan terdapat 26 hari kerja efektif. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh data sebagai berikut:
| ID | Jenis kelamin | Kedisiplinan | ID | Jenis kelamin | Kedisiplinan |
| 1 | Laki-laki | 24 | 16 | Perempuan | 23 |
| 2 | Laki-laki | 25 | 17 | Perempuan | 24 |
| 3 | Laki-laki | 25 | 18 | Perempuan | 23 |
| 4 | Laki-laki | 26 | 19 | Perempuan | 23 |
| 5 | Laki-laki | 26 | 20 | Perempuan | 23 |
| 6 | Laki-laki | 26 | 21 | Perempuan | 23 |
| 7 | Laki-laki | 26 | 22 | Perempuan | 26 |
| 8 | Perempuan | 24 | 23 | Perempuan | 26 |
| 9 | Perempuan | 22 | 24 | Laki-laki | 25 |
| 10 | Perempuan | 23 | 25 | Laki-laki | 25 |
| 11 | Perempuan | 24 | 26 | Laki-laki | 26 |
| 12 | Perempuan | 23 | 27 | Laki-laki | 26 |
| 13 | Perempuan | 23 | 28 | Laki-laki | 26 |
| 14 | Perempuan | 23 | 29 | Laki-laki | 26 |
| 15 | Perempuan | 23 | 30 | Laki-laki | 26 |
Dari tabel tersebut diatas kita coba mengunakan tabel bantu sebagai berikut
|
Variabel | Kedisiplinan | RP/OR/RR | X2 | P | CI 95% | |
| Ya | Tidak | |||||
| Jenis kelamin | ||||||
| Laki-laki | 9 | 5 | 12.6 | 6.54 | 0.011 | 1.58-128.38 |
| Perempuan | 2 | 14 |
Kemudian masukkan nilai tersebut kedalam rumus yang ada:
X2=
PENGUJIAN HIPOTESIS
MERUMUSKAN HIPOTESIS
1. Pengertian
Menurut epistemologi hipotesis berasal dari kata hipo dan tesis. Hipo artinya belum sedangkan tesis artinya dalil. Jadi hipotesis itu belum dalil atau masih calon dalil. Untuk menjadi dalil harus didukung oleh data dengan kata lain harus dibuktikan secara empiris melalui penelitian. Jika terbukti didukung oleh data maka hipotesis itu menjadi dalil dan jika tidak didukung oleh data maka tidak terbukti dan tidak benar yang dihipotesiskan.
http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com
2. Jenis Hipotesis
A. Hipotesis deskriftif
Hipotesis ini mempunyai sifat menyatakan eksistensi, ukuran, atau distribusi dari kasus-kasus.
Contoh
Rata-rata banyaknya anak dari keluarga-keluarga di provinsi Jawa Tengah adalah 4 orang.
- Hipotesis Hubungan
Hipotesis ini mempunyai sifat assosiatif (hubungan) antara satu variabel dengan variabel satunnya, dimana syarat yang diperlukan adalah ada 2 variabel yang terkait.
Contoh
Ada hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas.
Contoh ini menhubungkan variabel kepuasan kerja dengan variabel produktivitas. Hipotesis ini dapat dibuat dalam bentuk kalimat: ” jika kepuasan kerja tinggi, maka produktivitas tinggi.
- Hipotesis Sebab
Hipotesis ini mempunyai ciri satu variabel sebagai sebab sedangkan satu variabel sebagai akibat.
Contoh
”Kepuasan kerja adalah penyebab produktivitas” atau ” produktivitas kerja berpengaruh terhadap produktivitas”.
Pada contoh ini variabel kepuasan kerja sebagai sebab sedangkan produktivitas sebagai akibat. Hal ini dimungkinkan variabel kepuasan kerja terjadi terlebih dahulu, baru kemudian disusul oleh variabel produktivitas.
- Hipotesis Perbandingan
Hipotesisi ini bertujuan melihat perbandingan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya.
Contoh
”Ada perbedaan wanita dan pria dalam memilih pasta gigi”
Pada contoh ini menunjukan ada perbedaan memilih pasta gigi antara wanita dan pria.
3. Cara Menguji Hipotesis
Daerah penolakan hipotesis
Daerah penolakan merupakan suatu daerah dalam distribusi sampling. Distribusi sampling meliputi semua harga yang mungkin dimiliki oleh satatistik tes di bahwa Ho.
Untuk satu sisi
Daerah penerimaan hipotesis (Ho)
0 Penolakan Ha 1
Gambar daerah penolakan hipotesis untuk 1 sisi
Letak daerah penolakan hipotesis dipengaruhi oleh sifat hakikat H alternatif yang menunjukan arah perbedaan yang diprediksikan, maka akan muncul suatu tes yang disebut satu sisi (one tailed test). Jika hipotesis alternatif tidak menunjukan arah perbedaan yang diprediksikan, maka digunakan tes dua sisi (two tailed test). Test satu sisi dan dua sisi berbeda dalam letak penolakan hipotesis, tetapi tidak berbeda dalam besarnnya. Dalam tes satu sisi daerah penolakan sepenuhnya ada di suatu ujung (sisi) distribusi sampling. Dalam tes dua sisi daerah penolakan itu terdapat pada kedua ujung (sisi) distribusi samplingnya.
Daerah penerimaan hipotesis (Ho)
0 1
Gambar daerah penolakan hipotesis untuk 2 sisi
Langkah-langkah dalam penentuan penerimaan dan penolakan hipotesis
- Melakukan pernyataan mengenai hipotesis
Pada prinsipnya statistik menguji hipotesis nol. Hipotesis sering dinyatakan
Ho = μ1≠ μ2
Ha = μ1= μ2
2. Melakukan pengujian hipotesis
Pengujian hipotesis disesuaikan dengan pemilihan uji statistik yang akan digunakan untuk pengujian hipotesis. Beberapa hal yang ikut berperan dalam penentuan uji statistik antara lain:
- Skala data yang dihasilkan dari pengumpulan data
- Metode yang digunakan
- Distribusi dan variansi data
- Bentuk hipotesis
3. Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang umum digunakan untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak antara lain tingkat signifikansi 10%, 5%, dan 1%.
4. Menentukan daerah penolakan dan penerimaan hipotesis
Daerah penolakan/penerimaan hipotesis didasarkan pada signifikansi yang diinginkan. Daerah penolakan dapat melalui satu sisi atau dua sisi tergantung dari arah hipotesis.
5. Membuat keputuhan hipotesis
Keputusan penerimaan dan penolakan hipotesis didasarkan dari perbandingan nilai hitung uji yang digunakan dengan standart tabel (sesuai dengan uji yang digunakan) atau dapat dilakukan dengan membandingkan taraf signifikansi yang diinginkan berdasarkan nilai alfa (α).
4. Penelitian tanpa hipotesis
Tidak selalu penelitian mesti akan diikuti oleh hipotesis penelitian. Biasanya penelitian yang tidak diikuti dengan hipotesis itu penelitian yang bersifat deskriptif dan evaluatif. Penelitian ini lebih menekankan pada aspek evaluasi pelaksanaan dan tidak melakukan pendugaan terhadap sesuatu.
UJI HIPOTESIS UNTUK MEAN
1. Pengujian Hipotesis
Menurut epistemology (ilmu asal-kata) hipotesis berasal dari kata hipo (hypo) dan tesis (thesis). Hipo artinya belum dan thesis artinya dalil. Untuk menjadi dalil maka diperlukan data-data untuk dilakukan uji kebenaran yang dapat mendukung suatu hipotesis menjadi sebuah dalil.
Hipotesis secara umum mempunyai arti dugaan sementara. Pada prinsipnya uji statistik menguji hipotesis. Hipotesis secara umum dikenal ada dua tipikal yaitu hipotesis nol dan hipotesis alternative.
Ho = μ1= μ2
Ha = μ1≠ μ2
Yang masih menjadi pertanyaan adalah apabila setelah diuji kemudian ternyata yang dihipotesiskan itu tidak benar, artinnya ditolak terus bagaimana?
Memang seperti ini hipotesis, dapat terbukti benar dapat juga tidak benar. Jangan dipaksakan bahwa hipotesis harus benar. Untuk menguji hipotesis kuantitatif mengunakan teori probabilitas dalam statistik. Hal ini terkait karena tidak dapat memastikan secara sempurna tentang keadaan sampel, maka selalu ada peluang salah.
Hipotesis merupakan pernyataan yang positif bukannya negatif artinya statmen yang dikeluarkan dalam hipotesis berupa hipotesis alternatif bukannya hipotesis nol.
Misal ”ada hubungan” ; ada perbedaan” : bukan statmen yang muncul ”tidak ada perbedaan”; tidak ada hubungan”.
Tetapi hal yang konsep dalam pengujian hipotesis adalah menguji hipotesis nol bukan hipotesis alternatif dimana jika hipotesis nol diterima maka secara otomatis hipotesis alternatif tidak diterima tetapi jika hipotesis nol ditolak maka hipotesis alternatif yang diterima.
Jenis hipotesis
a. Hipotesis deskriftif
Hipotesis ini mempunyai sifat menyatakan eksistensi, ukuran, atau distribusi dari kasus-kasus.
Contoh
Rata-rata banyaknya anak dari keluarga-keluarga di provinsi Jawa Tengah adalah 4 orang.
b. Hipotesis Hubungan
Hipotesis ini mempunyai sifat assosiatif (hubungan) antara satu variabel dengan variabel satunnya, dimana syarat yang diperlukan adalah ada 2 variabel yang terkait.
Contoh
Ada hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas.
Contoh ini menhubungkan variabel kepuasan kerja dengan variabel produktivitas. Hipotesis ini dapat dibuat dalam bentuk kalimat: ” jika kepuasan kerja tinggi, maka produktivitas tinggi.
c. Hipotesis Sebab
Hipotesis ini mempunyai ciri satu variabel sebagai sebab sedangkan satu variabel sebagai akibat.
Contoh
”Kepuasan kerja adalah penyebab produktivitas” atau ” produktivitas kerja berpengaruh terhadap produktivitas”.
Pada contoh ini variabel kepuasan kerja sebagai sebab sedangkan produktivitas sebagai akibat. Hal ini dimungkinkan variabel kepuasan kerja terjadi terlebih dahulu, baru kemudian disusul oleh variabel produktivitas.
d. Hipotesis Perbandingan
Hipotesisi ini bertujuan melihat perbandingan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya.
Contoh
”Ada perbedaan wanita dan pria dalam memilih pasta gigi”
Pada contoh ini menunjukan ada perbedaan memilih pasta gigi antara wanita dan pria.
Daerah penolakan hipotesis
Daerah penolakan merupakan suatu daerah dalam distribusi sampling. Distribusi sampling meliputi semua harga yang mungkin dimiliki oleh satatistik tes di bahwa Ho.
Untuk satu sisi
Daerah penerimaan hipotesis (Ho)
0 Penolakan Ha 1
Gambar daerah penolakan hipotesis untuk 1 sisi
Letak daerah penolakan hipotesis dipengaruhi oleh sifat hakikat H alternatif yang menunjukan arah perbedaan yang diprediksikan, maka akan muncul suatu tes yang disebut satu sisi (one tailed test). Jika hipotesis alternatif tidak menunjukan arah perbedaan yang diprediksikan, maka digunakan tes dua sisi (two tailed test). Test satu sisi dan dua sisi berbeda dalam letak penolakan hipotesis, tetapi tidak berbeda dalam besarnnya. Dalam tes satu sisi daerah penolakan sepenuhnya ada di suatu ujung (sisi) distribusi sampling. Dalam tes dua sisi daerah penolakan itu terdapat pada kedua ujung (sisi) distribusi samplingnya.
Daerah penerimaan hipotesis (Ho)
0 1
Gambar daerah penolakan hipotesis untuk 2 sisi
Langkah-langkah dalam penentuan penerimaan dan penolakan hipotesis
6. Melakukan pernyataan mengenai hipotesis
Pada prinsipnya statistik menguji hipotesis nol. Hipotesis sering dinyatakan
Ho = μ1= μ2
Ha = μ1≠ μ2
7. Melakukan pengujian hipotesis
Pengujian hipotesis disesuaikan dengan pemilihan uji statistik yang akan digunakan untuk pengujian hipotesis. Beberapa hal yang ikut berperan dalam penentuan uji statistik antara lain:
- Skala data yang dihasilkan dari pengumpulan data
- Metode yang digunakan
- Distribusi dan variansi data
- Bentuk hipotesis
8. Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi yang umum digunakan untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak antara lain tingkat signifikansi 10%, 5%, dan 1%.
9. Menentukan daerah penolakan dan penerimaan hipotesis
Daerah penolakan/penerimaan hipotesis didasarkan pada signifikansi yang diinginkan. Daerah penolakan dapat melalui satu sisi atau dua sisi tergantung dari arah hipotesis.
10. Membuat keputuhan hipotesis
Keputusan penerimaan dan penolakan hipotesis didasarkan dari perbandingan nilai hitung uji yang digunakan dengan standart tabel (sesuai dengan uji yang digunakan) atau dapat dilakukan dengan membandingkan taraf signifikansi yang diinginkan berdasarkan nilai alfa (α).
CARA PENGAMBILAN SAMPLING
1. Definisi dan pengertian
Sebelum jauh melangkah mengenal bagaimana cara pengambilan sample dan cara menentukan besar sample. Kita harus memahami bagaimana sample itu sendiri. Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan dalam kerangka sampling. Penentuan cara pengambilan sampling lebih tergantung oleh peneliti itu sendiri, tetapi hal yang penting disini adalah bagaimana sample itu dapat mewakili dari populasi yang akan diteliti.
http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com
Mengapa dalam penelitian dilakukan sample dari populasi? Beberapa alas an untuk melakukan sampling antara lain menghemat tenaga, waktu, biaya, materi dan lainnya. Biasanya meneliti semua populasi biasannya akan menghadapi kendala meski hasilnya akan lebih baik daripada sampling. Tetapi jika sampelnya tepat dan akurat, benar-benar mewakili atau representative maka kesimpulan akan sama dengan meneliti populasi. Untuk itu perlu yang perlu diperhitungkan dalam sample adalah bagaimana cara pengambilan sample? Dan bagaimana menentukan jumlah sample? Harapan dari ini salah satunya adalah bagaimana sample dapat mewakili dari populasi (representative). Dalam konteks ini dikenal dengan cara pengambilan sample secara random dan non random. Disamping itu dikenal beberapa cara penentuan besar sample.
Dalam melakukan penentuan besar sample yang penting diingat adalah bagaimana hipotesisnya dan desain penelitiannya? Pemilihan pengunaan rumus besar sample akan sedikit banyak ditentukan oleh pola hipotesisnya dan desain yang ada dalam penelitian. Pada prinsipnya roh yang ada dalam penelitian adalah hipotesis. Dan salah satu instrument yang dapat digunakan dalam penentuan pengujian hipotesis adalah dengan uji statistic. Penerapan uji statistic dalam penelitian tidak akan lepas dari tipe hipotesis yang ada karena hipotesis akan cenderung menentukan uji statistic yang tepat untuk digunakan. Selain itu yang penting diingat adalah skala data dari hasil pengumpulan penelitian (skala nominal, ordinal, interval, dan skala rasio). Pada prinsipnya cara pengambilan sample ada dua yang dikenal yaitu dengan cara random dan cara non random.
2. Simpel Random Sampling
Pengambilan sampel acak sederhana menekankan sistem pengambilan sampel yang didasarkan pada angka (bilangan) yang muncul. Keadaan ini dapat dilakukan dengan memberi nomor dari seluruh populasi yang ada sebelum dilakukan pengambilan sampel.
Langkah-langkah.
a. Menentukan nomer untuk setiap individu dalam populasi.
b. Melakukan proses acak (dapat dilakukan dengan tabel bilangan acak) untuk mendapatkan n angka antara 1 dan N.
Misalnya
Suatu penelitian dilakukan di stikes Ahmad yani jika diketahui mahasiswa stikes ahmad yani 200 mahasiswa sedangkan besar sampel yang diingikan 20 mahasiswa, bagaimana mengambil 20 mahasiswa dari 200 mahasiswa ahmad yani?
Langkah
- Memberi label (nomer) untuk setiap mahasiswa.
- Lakukan proses acak. Proses acak dapat memanfaatkan bilangan random. Misal
| 1214 | 0211 | 4761 | 3567 | |
| 0265 | 6513 | 4323 | 0123 | |
| 1113 | 4535 | 9564 | 1433 | |
| 5462 | 4334 | 0095 | 3432 | |
| 4353 | 0015 | 0056 | 3221 | |
| 3549 | 0228 | 0547 | 2300 | |
| 2118 | 0238 | 6568 | 1231 | |
| 4117 | 4227 | 3228 | 1232 |
- Melakukan pemilihan nomer bisa dengan menyamping ke kanan atau kebawah.
- Nomer 121 dianggap sebagai sampel pertama. Sampel ke dua dan seterusnya dapat dilakukan dengan cara memilih ke samping kanan atau ke bawah.
Kelebihan pengambilan sampel acak sederhana.
- Memberikan dasar probabilitas terhadap banyak teori statistik
- Mudah dipahami
Kelemahan pengambilan sampel acak sederhana
- Menetapkan semua populasi dengan memberi nomer (angka) sebelum dilakukan pemilihan sampel.
- Sub-klaster dalam populasi memungkinkan untuk terpilih semua.
- Individu yang terpilih memungkinkan sangat tersebar.
3. Systematic Sampling
Pengambilan sampel sistematik lebih meghemat waktu dan lebih sederhana. Pengambilan sampel ini lebih menekankan pada sistem interval dari hasil proses random. Dalam beberapa riset yang dikerjakan oleh LSM sering mengambil sampel dengan sistematik.
Langkah-langkah:
1. Memberi angka (nomer) untuk seluruh populasi yang akan dilakukan sampel.
2. penentuan angka dapat didasarkan pada proporsi sub-klaster yang memiliki proporsi subjek terbanyak kemudian sampai terkecil.
3. Menentukan interval sampel. Interval sampel dapat ditentukan dengan cara membagai seluruh populasi dengan sampel yang diingikan. i= populasi/besar sampel.
4. Melakukan proses acak untuk interval pertama.
5. Hasil acak pada interval pertama dianggap sebagai sampel no 1 untuk sampel no 2 dan dipilih pada interval ke dua, untuk sampel no 3 dipilih pada interval ke tiga dan sterusnya.
Contoh kasus.
Suatu penelitian dilakukan di RSU PKU muhamadiyah. Yang dianggap sebagai populasi adalah perawat. Jika seluruh perawat di RSU PKU muhammadiya adalah sebagai populasi (300 perawat) sedangkan sampel yang diingikan sebesar 30 perawat. Bagaimana mengambil 30 perawat dari 300 perawat yang ada di RSU PKU muhamadiyah?
Langkah penyelesaian.
1. Memberi label (nomer) urut pada setiap perawat di RSU PKU muhammadiyah.
2. Pemberian nomer urut didasarkan pada bangsal yang memiliki jumlah perawat terbanyak kemudian diikuti bangsal yang memiliki perawat terbanyak ke dua dan seterusnya sampai sejumlah 300 perawat.
3. Menentukan interval. Interval diperoleh dengan cara 300:30 = 10. interval yang ada adalah 10.
4. Melakukan proses random untuk 10 subjek pertama. Misal yang diperoleh angka 3. angka 3 dianggap sebagai sampel no 1.
Untuk memilih sampel no 2 dan seterusnya dicari angka kelipatan 3 yaitu 13 adalah sampel ke 2, 23 adalah sampel ke 3, 33 adalah sampel ke 4 dan seterusnya.
4. Stratifikasi Sampling
Pengambilan sampel acak stratifikasi adalah suatu proses pemilahan terhadap populasi ke dalam beberapa strata yang saling pisah. Pengambilan sampel dengan stratifikasi lebih menekankan dan memperhatikan sub-klaster yang ada. Pembagian sub-klaster dapat didasarkan pada karakteristik atau tipe dari populasi.
Langkah-langkah
- Menentukan populasi sasaran.
- Menentukan sub-klaster yang dapat didasarkan pada karakteristik populasi. Ini lebih sering dikenal dengan alokasi sampling. Cara alokasi yang paling sering adalah dengan Alokasi Proposional.
- Melakukan proses random (acak) untuk setiap sub yang didasarkan pada karakteristik populasi.
- jumlah Sampel yang terambil untuk setiap sub-klaster adalah sama.
- Melakukan pengambilan sampel stratifikasi
Contoh kasus
Suatu penelitian dilakukan di Yogyakarta tentang kepatuhan bidan melaksakan pecegahan infeksi. Yang dianggap sebagai populasi adalah semua bidan yang berada di rumah sakit di wilayah DIY baik rumah sakit swasta atau pemerintah. Jika seluruh bidan yang bekerja di DIY ada 200 sedangkan sampel yang dibutuhkan sebesar 20 bagaimana cara memilih 20 bidan dari 200 bidan yang ada diwilayah kerja provinsi DIY?
Langkah penyelesaian.
- Menentukan populasi
- Melakukan alokasi sampel. Dengan cara memisahkan berdasarkan karakteristik sampel. Dalam kasus ini dikategorikan menjadi rumah sakit tipe A, tipe B, tipe C dan tipe D.
- Menetapkan jumlah sampel untuk setiap sub-klaster. Dimana untuk setiap subklaster terambil 5 sampel.
- Melakukan acak untuk setiap sub klaster.
5. Cluster Sampling
Pengambilan sampel klaster dapat didefinisikan sebagai setiap perencanaan pengambilan sampel yang mengunakan suatu rangka yang terdiri dari klaster-klaster unit pencacahan. Biasanya populasi dibagi menjadi beberapa klaster yang saling pisah dan tuntas. Berbeda dengan strata, klaster harus sehomogin mungkin.
Contoh kasus.
Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui cakupan imunisasi anak sekolah di provinsi DIY. Jika sampel yang dibutuhkan sebesar 200 anak sedangkan seluruh populasi 2.000 anak di DIY. Bagaimana mengambil 200 anak dari 2.000 anak di wilayah DIY?
Langkah penyelesaian.
1. Menentukan Kabupaten. Kabupaten disini merupakan kabupaten yang berada diwilayah provinsi DIY.
2. Melakukan pemilihan kecamatan untuk masing-masing kabupaten (5 kabipaten/kota). Pemilihan dapat dilakukan dengan acak sederhana atau sistematic.
3. Memilih Desa untuk masing-masing kecamatan yang terpilih.
4. Memilih sekolah untuk masing-masing Desa yang terpilih.
5. Memilih kelas untuk masing-masing desa yang terpilih.
6. Memilih anak untuk masing-masing kelas yang terpilih.
6. Sampel Size
Sebelum kita melangkah ke besar sampel dalam penelitian kesehatan kita harus memahami metode/desain, dan hipotesis dari penelitian itu sendiri. Metode dan hipotesis merupakan salah satu sebagai penunjuk arah kita mengunakan perhitungan besar sampel yang mana yang tepat untuk hipotesis dan desain penelitian. Hipotesis yang banyak dikenal adalah hipotesis satu sampel dan dua sampel sedang desain yang biasa digunakan di dalam dunia kesehatan adalah cross sectional, case control, kohort dan exsperimen.
Keberadaan hipotesis dan desai penelitian dapat memberikan arah untuk kita menentukan mengunakan perhitungan besar sampel yang tepat untuk penelitian yang dimaksud. Banyak rumus perhitungan besar sampel dalam dunia kesehatan tetapi kita harus memilih rumus yang sesuai dengan hipotesis dan desain dalam penelitian yang dimaksud.
Untuk ilustrasi hipotesis antara lain: hipotesis untuk proporsi satu sampel, hipotesis untuk proporsi dua sampel, hipotesis untuk odd rasio pada desain case control, hipotesis untuk relatif risk pada desain kohort, hipotesis untuk mean satu sampel pada penelitian eksperimen, dan hipotesis dua mean untuk dua sampel pada penelitian eksperimen.
Adanya hipotesis-hipotesis tersebut memberikan arah kemana kita akan memilih rumus besar sampel yang tepat untuk penelitian yang akan dilakukan. Sampel yang biasa dikenal dalam dunia penelitian antara lain sampel independen dan sampel dependent. Jauh sebelum masuk ke analisis kita harus paham mengenai pengujian satu sampel atau dua sampel. Selain itu kita juga harus memahami apakah sampel itu bersifat dependent atau independent. Salah satu hal yang berarti dari kita mengetahui bentuk sampel apakah satu sampel atau dua sampel atau sampel independent atau sampel dependent bertujuan untuk memilih uji statistik yang tepat sesuai dengan data.
Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu berbeda secara nyata atau tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai tertentu pada umumnya adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur populasi. Sedangkan pada uji dua sampel adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata (mean) antara dua populasi dengan melihat rata-rata data sampelnya. Sampel Independent maksudnya tidak ada kaitanya antara pengamatan pada satu variabel dengan pengamatan pada variabel lainnya, sedangkan sampel dependent memberi maksud ada kaitan antara pengamatan pada satu variabel dengan pengamatan pada variabel lainnya.
SOAL LATIHAN BIOSTATISTIK
1. Suatu penelitian dilakukan di puskesmas cempaka terhadap penderita diabetes militus. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa dari 20 pasien yang menderita diabetes seorang petugas gizi puskesmas memberi terapi kalori sebagai berikut;
http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com
| Nama pasien | Gula darah | Terapi kalori |
| Pariyani | 160 | 1000 |
| Dewi | 141 | 1400 |
| Nila | 155 | 1000 |
| Elida | 140 | 1300 |
| Lusi | 159 | 2000 |
| Suni | 150 | 1500 |
| Rosita | 150 | 1400 |
| Dedy | 185 | 2000 |
| Diah | 145 | 1100 |
| Idrus | 150 | 1200 |
| Ria | 144 | 1300 |
| Johan | 180 | 1400 |
| Misna | 145 | 1500 |
Hitunglah Mean, Median dan modus gula darah dan terapi kalori untuk data tunggal.
Mean...?
Median..?
Modus..?
2. Suatu penelitian yang dilakukan terhadap kadar gula darah penderita diabetes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut:
| Nama pasien | Gula darah |
| Pariyani | 160 |
| Dewi | 141 |
| Nila | 155 |
| Elida | 140 |
| Lusi | 159 |
| Suni | 150 |
| Rosita | 150 |
| Dedy | 185 |
| Diah | 145 |
| Idrus | 150 |
| Ria | 144 |
| Johan | 180 |
| Misna | 145 |
Pertanyaan
1. Berapa rang dari data diatas..?
2. Berapa variansi data diatas..?
3. Berapa standart deviasi dari data diatas..?
3. Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui varitas berat badan mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut:
| No | Nama | Berat badan | X1- µ | X1- µ2 |
| 1 | Pariyani | 60 | ||
| 2 | Dewi | 41 | ||
| 3 | Nila | 55 | ||
| 4 | Elida | 40 | ||
| 5 | Lusi | 59 | ||
| 6 | Suni | 50 | ||
| 7 | Rosita | 50 | ||
| 8 | Dedy | 85 | ||
| 9 | Diah | 45 | ||
| 10 | Idrus | 50 | ||
| 11 | Ria | 44 | ||
| 12 | Johan | 80 | ||
| 13 | Misna | 45 | ||
| Jumlah |
Pertanyaan
- Berapa rank..?
- Berapa variansi berat badan..?
- Berapa standart defiasi berat badan…?
4. Kasus 2; suatu penelitian dilakukan di rumah sakit sardjito untuk mengetahui tentang lama perawatan pasien fraktur. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut:;
| No | Lama dirawat | No | Lama dirawat | No | Lama dirawat |
| 1 | 4 | 11 | 23 | 21 | 22 |
| 2 | 10 | 12 | 22 | 22 | 21 |
| 3 | 12 | 13 | 22 | 23 | 3 |
| 4 | 14 | 14 | 21 | 24 | 8 |
| 5 | 15 | 15 | 17 | 25 | 12 |
| 6 | 27 | 16 | 18 | 26 | 13 |
| 7 | 32 | 17 | 14 | 27 | 23 |
| 8 | 32 | 18 | 12 | 28 | 27 |
| 9 | 5 | 19 | 10 | 29 | 29 |
| 10 | 6 | 20 | 9 | 30 | 34 |
jika interval kelas yang diinginkan 5 ?
Pertanyaan (waktu 25 menit, skor nilai 30)
a. Berapa kuartil ke 3 dari kasus 2 ?
b. Berapa desil ke 4 dari kasus 2 ?
c. Berapa persentil ke 70 dari kasus 2?
UKURAN TERNDENSI SENTRAL
DATA TUNGGAL
- MEAN
Mean merupakana teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok yang dimaksud. Rata-rata didapat dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam kelompok kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada kelompok tersebut.
Range adalah nilai yang mewakili himpunan atau kelompok data. Nilai rata-rata umumnya cenderung terletak di tengah suatu kelompok data yang disusun menurut besar kecilnya nilai.
http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com
Rumus
Keterangan
Mean = rata-rata
∑ = Jumlah
Xi = nilai x ke I sampai ke n
N = jumlah individu
Contoh soal
Suatu penelitian dilakukan di RS PKU muhammadiya tentang hasil tekanan darah 10 pasien hipertensi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut:
90, 120, 160, 60, 180, 190, 90, 180, 70, 160.
Berdasarkan data tersebut berapa rata-rata tekanan darah pasien hipertensi tersebut.
Mean = 130 mmhg.
B. MEDIAN
Median adalah satu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, atau sebaliknya dari yang terbesar ke terkecil.
Rumus
C. MODUS
Modus merupakan nilai yang sering muncul.
DATA BERKELOMPOK
Menghitung central tendensi pada data berkelompok.
A. Mean
Untuk menghitung mean dari data bergolong maka terlebih dahulu data tersebut disusun menjadi tabel sebingga perhitungan akan lebih mudah.
Rumus
Keterangan
Median = nilai tengah
Fi = jumlah data/sample
Xi = nilai tengah kelas interval.
Fi Xi = produk perkalian antara Fi pada tiap interval data dengan tanda kelas Xi. Tanda kelas (Xi) adalah rata-rata dari nilai terrendah dan tertinggi setiap interval data.
Dilakukan penelitian di rumah sakit PKU muhammadiya Yogyakarta terhadap 50 bidan mengenai kemampuan bidan dalam penanganan pencegahan infeksi. Data hasil penelitian adalah sebagai berikut:
| No | Kemampuan | no | Kemampuan | no | kemampuan |
| 1 | 50 | 21 | 55 | 41 | 87 |
| 2 | 45 | 22 | 55 | 42 | 90 |
| 3 | 35 | 23 | 55 | 43 | 91 |
| 4 | 55 | 24 | 65 | 44 | 55 |
| 5 | 55 | 25 | 78 | 45 | 55 |
| 6 | 55 | 26 | 78 | 46 | 55 |
| 7 | 65 | 27 | 76 | 47 | 65 |
| 8 | 78 | 28 | 75 | 48 | 78 |
| 9 | 78 | 29 | 74 | 49 | 78 |
| 10 | 76 | 30 | 67 | 50 | 76 |
| 11 | 75 | 31 | 68 | 51 | 75 |
| 12 | 74 | 32 | 67 | 52 | 74 |
| 13 | 67 | 33 | 56 | 53 | 67 |
| 14 | 68 | 34 | 47 | 54 | 68 |
| 15 | 67 | 35 | 80 | 55 | 67 |
| 16 | 56 | 36 | 87 | 56 | 56 |
| 17 | 47 | 37 | 55 | 57 | 47 |
| 18 | 80 | 38 | 67 | 58 | 80 |
| 19 | 87 | 39 | 68 | 59 | 87 |
| 20 | 86 | 40 | 66 | 60 | 96 |
Table penolong
| Interval nilai | Xi | Fi | Fi | FiXi |
Berapa nilai median untuk data tersebut diatas..?
B. Median
Rumus Median pada data kelompok adalah sebagai berikut:
Keterangan
Median = nilai tengah data berkelompok
B = batas bawah, dimana median berada
N = banyaknya data
P = panjang kelas interval
F = jumlah semua frekuensi sebelum kelas interval
F = frekuensi kelas median
Berdasarkan data diatas berapa median..?
C. Modus
Modus merupakan nilai yang sering muncul. Rumus yang digunakan dalam modus adalah sebagai berikut:
Keterangan
B = batas bawah kelas interval dengan frekuensi terbanyak
P = panjang kelas interval
B1 = frekuensi pada kelas modus (frekuensi pada kelas interval terbanyak) dikurang frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya.
B2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekunsi kelas interval berikutnya.
Latihan
Berdasarkan data pada mean tersebut diatas berapa modus..?
1. UKURAN PENYIMPANGAN
a. Rentang
Rentang merupakan range (jarak) data yang terbesar dengan data yang terkecil.
Rumus
Keterangan
R= rentang
Xt = data terbesar dalam kelompok
Xr = data terkecil dalam kelompok.
Contoh
Suatu penelitian dilakukan di RS PKU muhammadiya tentang hasil tekanan darah 10 pasien hipertensi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut:
90, 120, 160, 60, 180, 190, 90, 180, 70, 160.
Berdasarkan data tersebut berapa rentang tekanan darah pasien hipertensi tersebut.
Jawab
Datat terbesar = 190
Data terkecil = 60
R = 190 – 60 = 130.
b. Varians
Varians merupakan jumlah kuadran semua deviasi nilai-nilai individu terhadap rata-rata kelompok.
Rumus
Keterangan
S= simpangan baku sampel
N= jumlah sampel
Xi = hasil pengamatan
Contoh
Suatu penelitian dilakukan di RS PKU muhammadiya tentang hasil tinggi badan 10 perawat 10. Hasil penelitian adalah sebagai berikut:
60, 70, 65, 80, 70, 65, 75, 80, 70, 75.
.
Berdasarkan data tersebut berapa variansi tinggi badan perawat tersebut.
Jawab
= 60 + 70 + 65 + 80 + 70 + 65 + 75 + 80 + 70 + 75= 710.
Dengan mengunakan tabel bantu
| No | Nilai | ||
| 1 | 60 | -11 | |
| 2 | 70 | -1 | |
| 3 | 65 | -6 | |
| 4 | 80 | 9 | |
| 5 | 70 | -1 | |
| 6 | 65 | -6 | |
| 7 | 75 | 4 | |
| 8 | 80 | 9 | |
| 9 | 70 | -1 | |
| 10 | 75 | 4 | |
| 710 | 0 | 390 |
Jadi variansi untuk data diatas 39.
c. Simpangan Baku
Data tunggal
Simpangan baku (standart deviasi) merupakan akar dari variansi.
Rumus
Contoh
Suatu penelitian dilakukan di RS PKU muhammadiya tentang hasil tinggi badan 10 perawat 10. Hasil penelitian adalah sebagai berikut:
60, 70, 65, 80, 70, 65, 75, 80, 70, 75.
.
Berdasarkan data tersebut berapa variansi tinggi badan perawat tersebut.
Jawab
= 60 + 70 + 65 + 80 + 70 + 65 + 75 + 80 + 70 + 75= 710.
Dengan mengunakan tabel bantu
| No | Nilai | ||
| 1 | 60 | ||
| 2 | 70 | ||
| 3 | 65 | ||
| 4 | 80 | ||
| 5 | 70 | ||
| 6 | 65 | ||
| 7 | 75 | ||
| 8 | 80 | ||
| 9 | 70 | ||
| 10 | 75 | ||
| 710 | 0 | 390 |
Variansi untuk data diatas 39.
Data kelompok
Contoh
Dilakukan penelitian di rumah sakit PKU muhammadiya Yogyakarta terhadap 50 bidan mengenai kemampuan bidan dalam penanganan pencegahan infeksi. Data hasil penelitian adalah sebagai berikut:
| No | Kemampuan | no | Kemampuan | No | kemampuan |
| 1 | 50 | 21 | 55 | 41 | 87 |
| 2 | 45 | 22 | 55 | 42 | 90 |
| 3 | 35 | 23 | 55 | 43 | 91 |
| 4 | 55 | 24 | 65 | 44 | 55 |
| 5 | 55 | 25 | 78 | 45 | 55 |
| 6 | 55 | 26 | 78 | 46 | 55 |
| 7 | 65 | 27 | 76 | 47 | 65 |
| 8 | 78 | 28 | 75 | 48 | 78 |
| 9 | 78 | 29 | 74 | 49 | 78 |
| 10 | 76 | 30 | 67 | 50 | 76 |
| 11 | 75 | 31 | 68 | 51 | 75 |
| 12 | 74 | 32 | 67 | 52 | 74 |
| 13 | 67 | 33 | 56 | 53 | 67 |
| 14 | 68 | 34 | 47 | 54 | 68 |
| 15 | 67 | 35 | 80 | 55 | 67 |
| 16 | 56 | 36 | 87 | 56 | 56 |
| 17 | 47 | 37 | 55 | 57 | 47 |
| 18 | 80 | 38 | 67 | 58 | 80 |
| 19 | 87 | 39 | 68 | 59 | 87 |
| 20 | 86 | 40 | 66 | 60 | 96 |
Berapa variansi dari data tersebut.
Tabel penolong
| Interval nilai | fi | xi | |||
| Jumlah | N= ..... | ............... |
Jawab
.....
2. Kwartil, Desil, dan Persentil
a. Kwartil
Kwartil merupakan nilai yang memisahkan tiap-tiap 25 persen frekuensi dalam distribusi.
Dalam kwartil ada 3 macam yaitu kuartil pertama, kuartil 2 dan kwartil 3.
Rumus kwartil
Keterangan
Kwartil = Ki
Bb = batas bawah interval yang mengandung kwarti pertama
N = jumlah frekuensi distribusi
= frekuensi komulatif dibawah interval yang mengandung kwartil.
= frekuensi dalam interval yang mengandung kwartil pertama.
i = lebar interval.
Contoh
Dilakukan penelitian di rumah sakit PKU muhammadiya Yogyakarta terhadap 60 bidan mengenai kemampuan bidan dalam penanganan pencegahan infeksi. Data hasil penelitian adalah sebagai berikut:
| No | Kemampuan | no | Kemampuan | No | kemampuan |
| 1 | 50 | 21 | 55 | 41 | 87 |
| 2 | 45 | 22 | 55 | 42 | 90 |
| 3 | 35 | 23 | 55 | 43 | 91 |
| 4 | 55 | 24 | 65 | 44 | 55 |
| 5 | 55 | 25 | 78 | 45 | 55 |
| 6 | 55 | 26 | 78 | 46 | 55 |
| 7 | 65 | 27 | 76 | 47 | 65 |
| 8 | 78 | 28 | 75 | 48 | 78 |
| 9 | 78 | 29 | 74 | 49 | 78 |
| 10 | 76 | 30 | 67 | 50 | 76 |
| 11 | 75 | 31 | 68 | 51 | 75 |
| 12 | 74 | 32 | 67 | 52 | 74 |
| 13 | 67 | 33 | 56 | 53 | 67 |
| 14 | 68 | 34 | 47 | 54 | 68 |
| 15 | 67 | 35 | 80 | 55 | 67 |
| 16 | 56 | 36 | 87 | 56 | 56 |
| 17 | 47 | 37 | 55 | 57 | 47 |
| 18 | 80 | 38 | 67 | 58 | 80 |
| 19 | 87 | 39 | 68 | 59 | 87 |
| 20 | 86 | 40 | 66 | 60 | 96 |
Berapa kuartil pertama, kedua dan ketiga dari data tersebut.
Tabel penolong mencari kuartil
| Kelas Interval | Frekuensi | Frekuensi komulatif |
Jawab.
Latihan
b. Desil
Desil merupakan nilai yang memisahkan setiap 10 persen dari distribusi kelompok.
Rumus
Keterangan
Di = Desil 1
Bb = batas bawah interval yang mengandung desil pertama
N = jumlah frekuensi distribusi
= frekuensi komulatif dibawah interval yang mengandung desil.
= frekuensi dalam interval yang mengandung desil pertama.
i = lebar interval.
Contoh
Dilakukan penelitian di rumah sakit PKU muhammadiya Yogyakarta terhadap 50 bidan mengenai kemampuan bidan dalam penanganan pencegahan infeksi. Data hasil penelitian adalah sebagai berikut:
| No | Kemampuan | no | Kemampuan | No | kemampuan |
| 1 | 50 | 21 | 55 | 41 | 87 |
| 2 | 45 | 22 | 55 | 42 | 90 |
| 3 | 35 | 23 | 55 | 43 | 91 |
| 4 | 55 | 24 | 65 | 44 | 55 |
| 5 | 55 | 25 | 78 | 45 | 55 |
| 6 | 55 | 26 | 78 | 46 | 55 |
| 7 | 65 | 27 | 76 | 47 | 65 |
| 8 | 78 | 28 | 75 | 48 | 78 |
| 9 | 78 | 29 | 74 | 49 | 78 |
| 10 | 76 | 30 | 67 | 50 | 76 |
| 11 | 75 | 31 | 68 | 51 | 75 |
| 12 | 74 | 32 | 67 | 52 | 74 |
| 13 | 67 | 33 | 56 | 53 | 67 |
| 14 | 68 | 34 | 47 | 54 | 68 |
| 15 | 67 | 35 | 80 | 55 | 67 |
| 16 | 56 | 36 | 87 | 56 | 56 |
| 17 | 47 | 37 | 55 | 57 | 47 |
| 18 | 80 | 38 | 67 | 58 | 80 |
| 19 | 87 | 39 | 68 | 59 | 87 |
| 20 | 86 | 40 | 66 | 60 | 96 |
Berapa kuartil pertama, kedua dan ketiga dari data tersebut.
Tabel penolong mencari kuartil
| Kelas Interval | Frekuensi | Frekuensi komulatif |
Berapa desil pertama..?
c. Persentil
Persentil merupakan nilai yang memisahkan setiap 1 persen pada distribusi kelompok.
Rumus
Keterangan
Pi = Persentil
Bb = batas bawah interval yang mengandung persentil pertama
N = jumlah frekuensi distribusi
= frekuensi komulatif dibawah interval yang mengandung persentil.
= frekuensi dalam interval yang mengandung persentil pertama.
i = lebar interval.
Contoh
Dilakukan penelitian di rumah sakit PKU muhammadiya Yogyakarta terhadap 50 bidan mengenai kemampuan bidan dalam penanganan pencegahan infeksi. Data hasil penelitian adalah sebagai berikut:
| No | Kemampuan | No | Kemampuan | No | kemampuan |
| 1 | 50 | 21 | 55 | 41 | 87 |
| 2 | 45 | 22 | 55 | 42 | 90 |
| 3 | 35 | 23 | 55 | 43 | 91 |
| 4 | 55 | 24 | 65 | 44 | 55 |
| 5 | 55 | 25 | 78 | 45 | 55 |
| 6 | 55 | 26 | 78 | 46 | 55 |
| 7 | 65 | 27 | 76 | 47 | 65 |
| 8 | 78 | 28 | 75 | 48 | 78 |
| 9 | 78 | 29 | 74 | 49 | 78 |
| 10 | 76 | 30 | 67 | 50 | 76 |
| 11 | 75 | 31 | 68 | 51 | 75 |
| 12 | 74 | 32 | 67 | 52 | 74 |
| 13 | 67 | 33 | 56 | 53 | 67 |
| 14 | 68 | 34 | 47 | 54 | 68 |
| 15 | 67 | 35 | 80 | 55 | 67 |
| 16 | 56 | 36 | 87 | 56 | 56 |
| 17 | 47 | 37 | 55 | 57 | 47 |
| 18 | 80 | 38 | 67 | 58 | 80 |
| 19 | 87 | 39 | 68 | 59 | 87 |
| 20 | 86 | 40 | 66 | 60 | 96 |
Berapa persentil ke 20 dari data tersebut.
Tabel penolong mencari persentil
| Kelas Interval | Frekuensi | Frekuensi komulatif |
Berapa persentil ke 20..?