Tampilkan postingan dengan label skripsi ekonomi manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skripsi ekonomi manajemen. Tampilkan semua postingan

SKRIPSI PEMODELAN VOLATILITAS RETURN PORTO FOLIO SEPULUH SAHAM TERAKTIF DI BURSA EFEK INDONESIA

(KODE : EKONMANJ-0058) : SKRIPSI PEMODELAN VOLATILITAS RETURN PORTO FOLIO SEPULUH SAHAM TERAKTIF DI BURSA EFEK INDONESIA




BAB I
PENDAHULUAN


I.1 Latar Belakang Masalah
Risk management atau manajemen risiko saat ini merupakan salah satu prioritas utama yang dipertimbangkan industri keuangan. Seperti yang dikemukakan oleh Jorion (1997), pada studi literatur keuangan terdapat beberapa tipe risiko seperti risiko bisnis (business risk), risiko stratejik (strategic risk), dan risiko keuangan (financial risk). Risiko bisnis adalah risiko yang dihadapi oleh perusahaan atas kualitas dan keunggulan pada beberapa produk pasar yang dimiliki oleh perusahaan. Risiko seperti ini hadir karena adanya ketidakpastian dari aktivitas-aktivitas bisnis seperti inovasi teknologi serta desain produk dan pemasaran. Sedangkan risiko stratejik muncul karena adanya perubahan fundamental pada lingkungan ekonomi atau politik. Risiko stratejik ini sangat sulit untuk dihitung.
Selanjutnya ada yang disebut risiko finansial yang timbul sebagai akibat adanya pergerakan (movements) pada pasar finansial. Risiko finansial dapat dibagi lagi menjadi beberapa kategori, yaitu risiko pasar (market risk) yang timbul karena adanya perubahan pada harga dari aset-aset keuangan dan kewajiban, risiko kredit (credit risk) yang disebabkan oleh ketidakmampuan atau ketidakmauan dari pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban kontraktual, risiko likuiditas (liquidity risk) yang dihasilkan karena kurangnya jumlah dana yang dibutuhkan akibat aktivitas pasar, risiko operasional (operational risk) yang terjadi akibat kegagalan sistem atau manajemen, dan risiko legal (legal risk) yang timbul ketika pembuktian suatu transaksi tidak dapat dijalankan berdasarkan hukum yang ada.
Dalam kaitannya dengan dunia pasar modal, risiko pasar merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh para pelaku pasar seperti trader, baik yang melakukan daily trading ataupun frequent trading. Risiko pasar ini erat kaitannya dengan ketersediaan data dan informasi pada pasar finansial. Volatilitas harga dan pergerakan harga aset-aset keuangan di pasar modal pun menjadi fokus atas terjadinya risiko pasar ini. Dalam mengontrol dan mengurangi risiko pasar yang dapat terjadi, para pelaku pasar dapat melakukan pengukuran volatilitas atau tingkat risiko dari aset-aset keuangan yang mereka perdagangkan, seperti saham, nilai tukar, komoditi, indeks, portofolio, dan lain sebagainya.
Pengukuran risiko secara kuantitatif dapat dilakukan dalam suatu metode Value at Risk (VaR) dengan menggunakan beberapa model pengukuran volatilitas. Menurut Crouhy et al (2002: 154) VaR merupakan salah satu alat atau teknik untuk mengurangi kerugian terburuk yang mungkin terjadi sebagai akibat dari memegang (hold) suatu sekuritas atau portofolio selama periode waktu tertentu, dengan tingkat spesifikasi tertentu yang dikenal sebagai tingkat kepercayaan (confidence level). Banyak penelitian sebelumnya yang meneliti mengenai pengujian model Value at Risk dalam mengestimasi nilai volatilitas harian sebagai ukuran dari risiko pasar. Jon Danielsson dan Casper G. de Vries (1997) meneliti tentang penggunaan sebuah metode semi-parametric yang baru dalam mengestimasi nilai VaR, yaitu gabungan atas dua pendekatan antara pendekatan non-parametrik dengan metode historical simulation dan estimasi parametrik pada suatu distribusi return saham-saham yang memiliki imbal hasil paling tinggi dan yang paling rendah dalam indeks S&P 500.
Selanjutnya Colleen Cassidy dan Marianne Gizycki (1997) juga melakukan penelitian volatilitas harian untuk mengukur risiko perdagangan pasar (traded market risk) pada suatu portofolio atas dua nilai tukar mata uang asing dengan tiga pendekatan VaR dan selanjutnya menguji model mana yang memiliki kinerja paling baik dengan melakukan pengujian secara statistik menggunakan backtesting. Pierre Giot and S'ebastien Laurent (2001) kembali menguji tingkat risiko pasar yang fokus pada penghitungan daily VaR dua indeks saham, yaitu CAC40 dan S&P 500, dengan menggunakan estimasi satu hari ke depan atas volatilitas aktual harian (the daily realized volatility). Banyak model VaR yang dapat digunakan dalam menghitung risiko pasar yang dihadapi oleh institusi keuangan maupun pasar finansial. Salah satunya berdasarkan penelitian van den Goorbergh dan Vlaar (1999) atau Jorion (2000) yang mengaplikasikan penghitungan model VaR menggunakan dua jenis model yaitu model parametric dan model non-parametric pada data intraday return, khususnya return tiap 15 dan 30 menit, atas tiga saham teraktif yang ada di New York Stock Exchange (NYSE).
Selain itu, model VaR juga telah diaplikasikan oleh Bank sebagai salah satu institusi keuangan. Pengukuran risiko di Bank salah satunya menggunakan riskmetrics model yang pertama kali dipopulerkan oleh US investment bank, JP Morgan. Model tersebut digunakan oleh JP Morgan sebagai salah satu model internal dalam mengimplementasikan konsep manajemen risiko pada institusi mereka. Selain itu, dalam menghitung kebutuhan minimum modal yang diperlukan, bank-bank juga dapat menggunakan pendekatan VaR dengan memilih beberapa model seperti historical simulation, variance-covariance technique, dan Monte carlo simulation.
Lebih lanjut lagi dalam penelitian sebelumnya tersebut, sesungguhnya belum ada yang menguraikan lebih lanjut tentang pergerakan harga atas saham-saham yang aktif diperdagangkan oleh para trader di pasar dalam satu hari yang ekstrim, yang sesungguhnya saham-saham tersebut cenderung memiliki volatilitas yang tinggi. Selain itu, belum ada juga yang menyelesaikan penjelasan mengenai kinerja model Value-at-Risk (VaR), khususnya daily VaR dalam mengukur risiko pasar. Saat ini, banyak institusi keuangan yang menggunakan metode VaR untuk mendapatkan informasi mengenai posisi portofolio mereka.
Secara umum, metode VaR memang telah banyak digunakan sebagai alat kuantitatif yang bertujuan untuk menilai kerugian yang dihadapi para pelaku pasar seperti para trader. Dan dalam kaitannya dengan pengaplikasian manajemen risiko, metode VaR dirasa cukup efektif dalam menilai risiko-risiko yang dihadapi para pelaku pasar, agar dapat melakukan strategi dalam mengontrol risiko sehingga pada akhirnya dapat mengurangi risiko yang mereka hadapi.

I.2 Perumusan Masalah
Penelitian ini fokus pada isu mengenai pengukuran risiko atas pergerakan harga harian saham-saham yang fluktuatif atau ekstrim yang ada pada pasar modal Indonesia, khususnya saham yang paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengukuran risiko ini diestimasi menggunakan metode VaR. Menurut Engel dan Gizycki (1999), ada tiga kriteria dalam menentukan model VaR terbaik dalam mengukur tingkat risiko, yaitu akurat, efisien, dan konservatif.
Sebuah model VaR dapat dikatakan konservatif apabila model tersebut dapat menghasilkan estimasi risiko yang secara konsisten nilainya lebih tinggi dibandingkan estimasi model lainnya. Sedangkan model VaR dikatakan efisien apabila model tersebut mampu mengakomodasi pemenuhan persyaratan kecukupan modal dan cukup konservatif untuk memenuhi keinginan regulator serta meminimalkan tingkat cadangan modal yang harus dimiliki. Jadi suatu model VaR dapat dikatakan paling baik apabila memiliki ketiga kriteria di atas. Salah satu keunggulan dari pengaplikasian model VaR dalam mengukur risiko pasar adalah estimasinya dapat dilakukan untuk jangka pendek yang mana hal ini menjadi sejalan dengan penelitian yang ingin dilakukan, yaitu mengukur risiko pasar yang dihadapi oleh para trader yang secara khusus aktif melakukan daily trading.
Penelitian sebelumnya tentang VaR oleh Giot (1999) meneliti mengenai pergerakan harga intraday yang sangat fluktuatif atau ekstrim dengan menggunakan aplikasi intraday GARCH dan model-model durasi seperti Log ACD di NYSE. Pada penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa volatilitas data intraday dengan menggunakan kedua model tersebut menunjukkan hasil yang sama. Selanjutnya pada penelitian Giot (2002) dilanjutkan dengan fokus meneliti pergerakan harga intraday yang besar atau ekstrim khusus bagi tiga saham teraktif di NYSE menggunakan aplikasi model parametric dan non-parametric.
Kemudian secara khusus Giot dan Laurent (2001) meneliti mengenai penghitungan daily VaR dua indeks saham, yaitu CAC40 dan S&P500, dengan menggunakan estimasi satu hari ke depan atas volatilitas aktual harian. Penelitian tersebut bertujuan untuk membandingkan sebuah model Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH), yang secara langsung diaplikasikan terhadap data harian, dengan kinerja atas sebuah model yang didasarkan pada volatilitas aktual (realized volatility). Selain itu, penelitian tersebut juga mengevaluasi kinerja beberapa model volatilitas dalam mengestimasi variasi pergerakan harga.
Dalam penelitian kali ini, peneliti ingin melanjutkan penelitian sebelumnya yang dilakukan Giot (2001, 2002) namun dengan fokus pada pengukuran risiko pasar yang dapat terjadi akibat adanya volatilitas pergerakan harga saham harian berdasarkan metode VaR dengan menggunakan model parametric, yaitu model normal GARCH, model student GARCH, dan model riskmetrics. Penelitian kali ini menggunakan data return harian (daily) yang memiliki time horizon yang relatif pendek, yaitu untuk periode dua tahun secara historis. Hal ini sesuai dengan model VaR pada umumnya yang biasanya menggunakan data daily return dan kemudian dihitung 10 day VaR (Jorion, 2000).
Dengan time horizon yang pendek dan penggunaan data harian, diharapkan metode VaR ini dapat berperan dalam menerangkan tentang teori market microstructure dan berkontribusi dalam memperkirakan tingkat volatilitas lebih jelas sehingga akhirnya penerapan manajemen risiko juga dapat dilakukan di pasar modal Indonesia, di mana para trader yang ada di Bursa Efek Indonesia dapat melakukan estimasi terhadap pergerakan harga dalam jangka pendek yang berguna dalam melakukan kontrol terhadap risiko pasar yang dihadapi sehingga risiko tersebut dapat dikurangi atau tidak terlalu besar kerugiannya.

I.3 Ruang Lingkup Pembahasan
Adapun ruang lingkup pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Obyek dan Cakupan Penelitian
Obyek dan cakupan penelitian dalam penelitian ini adalah data return harian sepuluh saham teraktif yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kesepuluh saham teraktif ini adalah saham-saham yang tercatat aktif diperdagangkan dalam satu hari sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Data harian (daily) yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu data harga perdagangan atas saham-saham teraktif yang diobservasi.
Alasan penulis mengambil periode tersebut dikarenakan kemudahan penulis dalam memperoleh data historis yang relatif pendek yaitu dalam kurun waktu dua tahun kebelakang. Selain itu, periode data historis tersebut relatif tidak memiliki time horizon terlalu jauh kebelakang, sehingga diharapkan akan menghasilkan output yang signifikan terhadap hipotesis atas penelitian yang dilakukan. Lebih lanjut lagi, cukup membawa sentimen positif atau kuat terhadap dunia pasar modal Indonesia yang ditunjukkan dengan kenaikan level tertinggi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibandingkan periode-periode sebelumnya. Kenaikan IHSG tersebut tidak terlepas dengan adanya kejadian di pasar (market event) yang salah satunya terkait dengan adanya subprime mortgage—krisis kredit perumahan di Amerika Serikat—yang menyebabkan hampir sebagian besar pasar saham di seluruh dunia berfluktuasi.
Dalam penelitian ini, sesungguhnya penulis ingin melakukan studi eksperimental yang berkaitan dengan pengujian metode VaR dalam mengukur tingkat risiko, di mana dicerminkan dari volatilitas pergerakan return saham pada periode tersebut. Oleh karena itu, penulis juga berharap dengan mengambil data pada periode tersebut, dapat terlihat signifikansi dari penghitungan VaR dalam mengestimasi besarnya nilai risiko pasar yang dihadapi para trader dengan menggunakan beberapa model VaR yang disajikan.
Sedangkan alasan penulis menggunakan sepuluh saham teraktif yang ada di BEI sebagai proxy untuk mengukur tingkat volatilitas harian pada periode di atas, dikarenakan sepuluh saham tersebut tercatat sebagai saham-saham yang paling aktif diperdagangkan di BEI, di mana saham tersebut dinilai memiliki nilai pergerakan harga yang fluktuatif dibandingkan saham-saham lain yang ada di BEI, serta para trader senantiasa aktif memperdagangkan sepuluh saham tersebut. Oleh karena itu, dengan penggunaan sampel sepuluh saham teraktif tersebut, penulis juga berharap pada akhirnya hasil penelitian yang didapatkan mampu memperlihatkan signifikansi atas penerapan metode VaR dalam mengukur volatilitas harian atas pergerakan harga, sehingga hasil akhirnya dapat menerangkan teori tentang market microstructure dan juga penerapan akan manajemen risiko di pasar modal.
2. Metodologi Penelitian
Penelitian ini melakukan penaksiran nilai volatilitas harian atas harga saham dalam kerangka metodologi Value at Risk untuk menilai risiko pada pasar modal dengan spesifikasi pembahasan sebagai berikut:
a. Penelitian ini menggunakan data return harian atas sepuluh saham teraktif, di mana perhitungan return dilakukan dengan menggunakan pendekatan geometric return dengan alasan karena pendekatan ini fokus pada return yang memiliki horizon waktu tertentu.
b. Penelitian ini selanjutnya membentuk suatu portofolio dari return atas sepuluh saham teraktif individual di atas. Return masing-masing saham individual yang dikombinasikan dalam portofolio diasumsikan mengikuti bentuk distribusi normal dengan rerata sama dengan nol dan varians σt2, serta memiliki korelasi tertentu satu sama lain yang kemudian dibentuk menjadi portofolio dengan pemberian bobot diberikan berdasarkan jumlah relatif aset yang diinvestasikan.
c. Pengestimasian nilai Value at Risk (VaR) pada portofolio saham dilakukan dengan pendekatan Local-Valuation dengan menggunakan metode Delta Normal (Delta-Normal method). Sedangkan pemodelan volatilitas dalam mengukur tingkat risiko dilakukan dengan menggunakan beberapa model VaR parametric, seperti model VaR Normal GARCH, Student GARCH, dan RiskMetrics atau Integrated GARCH (I-GARCH).
d. Evaluasi atau validasi beberapa model volatilitas portofolio saham dilakukan dengan pengujian secara statistik maupun grafis menggunakan metode backtesting dan Kupiec's likelihood ratio, yang selanjutnya menjadi dasar atas pemilihan model volatilitas yang berkinerja paling baik dalam mengukur tingkat risiko.
e. Penelitian ini secara statistik menggunakan tingkat keyakinan (confidence level) one-tail 95% dan holding period selama satu hari.
3. Metode Pengolahan Data
Pada penelitian ini, penghitungan return sepuluh saham teraktif, pembentukan portofolio, pemodelan volatilitas portofolio, penghitungan VaR portofolio, serta evaluasi model-model VaR portofolio sepuluh saham teraktif di Bursa Efek Indonesia akan diolah menggunakan software Eviews 5.1 dan Microsoft Excel. Kemudian sumber data didapatkan penulis dari dari website Bursa Efek Indonesia, yaitu www.bei.co.id.

I.4 Tujuan Penelitian
Secara umum, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pemilihan dan penggunaan beberapa model Value at Risk (VaR) untuk mengukur tingkat risiko pasar yang mungkin dihadapi para trader di dunia pasar modal Indonesia. Sedangkan secara khusus, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pemodelan volatilitas untuk mengukur dan mengestimasi risiko pasar bagi portofolio sepuluh saham teraktif di Bursa Efek Indonesia, dalam suatu metodologi Value at Risk yang dilakukan dengan menggunakan tiga model VaR, yaitu model normal GARCH, model student GARCH, dan model risk metrics (Giot, 2002).
2. Melakukan evaluasi best model Value at Risk dengan dua metode evaluasi statistik, yaitu metode backtesting dan Kupiec's Likelihood Ratio Test dan kemudian memilih model Value at Risk yang berkinerja paling baik atau paling sesuai dengan kriteria yang ditentukan pada metode evaluasi yang telah dilakukan.

I.5 Sistematika Penulisan
Penulisan laporan akhir penelitian dalam bentuk skripsi ini selanjutnya akan disusun menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang permasalahan, perumusan masalah, ruang lingkup pembahasan, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan atas penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini memuat tentang uraian teoritis mengenai beberapa tipe risiko, konsep Value-at-Risk (VaR), dan beberapa model volatilitas atau risiko pasar, yang diantaranya yaitu model normal GARCH, student GARCH, dan risk metrics model. Selain itu juga akan dimuat penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan hal tersebut.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini menguraikan tentang sumber data, sampel, pengurupulan data, dan metode analisa data. Selanjutnya, peneliti akan menuliskan metode penelitian yang dipakai beserta perincian jenis-jenis data yang digunakan serta tahapan-tahapan yang dilakukan untuk menghitung risiko pasar dengan menggunakan beberapa model volatilitas, melalui pendekatan VaR pada portofolio atas saham yang paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan diuraikan mengenai objek penelitian dan analisa data hasil penelitian pada portofolio atas sepuluh saham teraktif di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian yang disajikan yaitu mulai dari penghitungan return saham, pembentukan dan penghitungan return portofolio, pemodelan volatilitas portofolio dengan menggunakan beberapa model VaR, evaluasi secara statistik terhadap model-model VaR yang digunakan dalam mengukur tingkat volatilitas portofolio tersebut, serta pemilihan model VaR yang berkinerja paling baik dalam mengestimasi nilai risiko pasar.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dari seluruh proses hasil analisis dan pembahasan serta saran bagi penelitian selanjutnya. Lebih lanjut lagi, pada bab ini juga akan dijabarkan seluruh kesimpulan hasil penelitian dan kontribusinya baik bagi ilmu pengetahuan maupun lingkungan sosial. Disini juga akan diuraikan mengenai kesulitan yang dihadapi selama penyusunan skripsi ini, kekurangan-kekurangan yang ada, serta modifikasi dan evaluasi yang disarankan bagi penyempurnaan hasil penelitian selanjutnya.

SKRIPSI PEMODELAN VOLATILITAS RETURN PORTO FOLIO SEPULUH SAHAM TERAKTIF DI BURSA EFEK INDONESIA

(KODE : EKONMANJ-0058) : SKRIPSI PEMODELAN VOLATILITAS RETURN PORTO FOLIO SEPULUH SAHAM TERAKTIF DI BURSA EFEK INDONESIA




BAB I
PENDAHULUAN


I.1 Latar Belakang Masalah
Risk management atau manajemen risiko saat ini merupakan salah satu prioritas utama yang dipertimbangkan industri keuangan. Seperti yang dikemukakan oleh Jorion (1997), pada studi literatur keuangan terdapat beberapa tipe risiko seperti risiko bisnis (business risk), risiko stratejik (strategic risk), dan risiko keuangan (financial risk). Risiko bisnis adalah risiko yang dihadapi oleh perusahaan atas kualitas dan keunggulan pada beberapa produk pasar yang dimiliki oleh perusahaan. Risiko seperti ini hadir karena adanya ketidakpastian dari aktivitas-aktivitas bisnis seperti inovasi teknologi serta desain produk dan pemasaran. Sedangkan risiko stratejik muncul karena adanya perubahan fundamental pada lingkungan ekonomi atau politik. Risiko stratejik ini sangat sulit untuk dihitung.
Selanjutnya ada yang disebut risiko finansial yang timbul sebagai akibat adanya pergerakan (movements) pada pasar finansial. Risiko finansial dapat dibagi lagi menjadi beberapa kategori, yaitu risiko pasar (market risk) yang timbul karena adanya perubahan pada harga dari aset-aset keuangan dan kewajiban, risiko kredit (credit risk) yang disebabkan oleh ketidakmampuan atau ketidakmauan dari pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban kontraktual, risiko likuiditas (liquidity risk) yang dihasilkan karena kurangnya jumlah dana yang dibutuhkan akibat aktivitas pasar, risiko operasional (operational risk) yang terjadi akibat kegagalan sistem atau manajemen, dan risiko legal (legal risk) yang timbul ketika pembuktian suatu transaksi tidak dapat dijalankan berdasarkan hukum yang ada.
Dalam kaitannya dengan dunia pasar modal, risiko pasar merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh para pelaku pasar seperti trader, baik yang melakukan daily trading ataupun frequent trading. Risiko pasar ini erat kaitannya dengan ketersediaan data dan informasi pada pasar finansial. Volatilitas harga dan pergerakan harga aset-aset keuangan di pasar modal pun menjadi fokus atas terjadinya risiko pasar ini. Dalam mengontrol dan mengurangi risiko pasar yang dapat terjadi, para pelaku pasar dapat melakukan pengukuran volatilitas atau tingkat risiko dari aset-aset keuangan yang mereka perdagangkan, seperti saham, nilai tukar, komoditi, indeks, portofolio, dan lain sebagainya.
Pengukuran risiko secara kuantitatif dapat dilakukan dalam suatu metode Value at Risk (VaR) dengan menggunakan beberapa model pengukuran volatilitas. Menurut Crouhy et al (2002: 154) VaR merupakan salah satu alat atau teknik untuk mengurangi kerugian terburuk yang mungkin terjadi sebagai akibat dari memegang (hold) suatu sekuritas atau portofolio selama periode waktu tertentu, dengan tingkat spesifikasi tertentu yang dikenal sebagai tingkat kepercayaan (confidence level). Banyak penelitian sebelumnya yang meneliti mengenai pengujian model Value at Risk dalam mengestimasi nilai volatilitas harian sebagai ukuran dari risiko pasar. Jon Danielsson dan Casper G. de Vries (1997) meneliti tentang penggunaan sebuah metode semi-parametric yang baru dalam mengestimasi nilai VaR, yaitu gabungan atas dua pendekatan antara pendekatan non-parametrik dengan metode historical simulation dan estimasi parametrik pada suatu distribusi return saham-saham yang memiliki imbal hasil paling tinggi dan yang paling rendah dalam indeks S&P 500.
Selanjutnya Colleen Cassidy dan Marianne Gizycki (1997) juga melakukan penelitian volatilitas harian untuk mengukur risiko perdagangan pasar (traded market risk) pada suatu portofolio atas dua nilai tukar mata uang asing dengan tiga pendekatan VaR dan selanjutnya menguji model mana yang memiliki kinerja paling baik dengan melakukan pengujian secara statistik menggunakan backtesting. Pierre Giot and S'ebastien Laurent (2001) kembali menguji tingkat risiko pasar yang fokus pada penghitungan daily VaR dua indeks saham, yaitu CAC40 dan S&P 500, dengan menggunakan estimasi satu hari ke depan atas volatilitas aktual harian (the daily realized volatility). Banyak model VaR yang dapat digunakan dalam menghitung risiko pasar yang dihadapi oleh institusi keuangan maupun pasar finansial. Salah satunya berdasarkan penelitian van den Goorbergh dan Vlaar (1999) atau Jorion (2000) yang mengaplikasikan penghitungan model VaR menggunakan dua jenis model yaitu model parametric dan model non-parametric pada data intraday return, khususnya return tiap 15 dan 30 menit, atas tiga saham teraktif yang ada di New York Stock Exchange (NYSE).
Selain itu, model VaR juga telah diaplikasikan oleh Bank sebagai salah satu institusi keuangan. Pengukuran risiko di Bank salah satunya menggunakan riskmetrics model yang pertama kali dipopulerkan oleh US investment bank, JP Morgan. Model tersebut digunakan oleh JP Morgan sebagai salah satu model internal dalam mengimplementasikan konsep manajemen risiko pada institusi mereka. Selain itu, dalam menghitung kebutuhan minimum modal yang diperlukan, bank-bank juga dapat menggunakan pendekatan VaR dengan memilih beberapa model seperti historical simulation, variance-covariance technique, dan Monte carlo simulation.
Lebih lanjut lagi dalam penelitian sebelumnya tersebut, sesungguhnya belum ada yang menguraikan lebih lanjut tentang pergerakan harga atas saham-saham yang aktif diperdagangkan oleh para trader di pasar dalam satu hari yang ekstrim, yang sesungguhnya saham-saham tersebut cenderung memiliki volatilitas yang tinggi. Selain itu, belum ada juga yang menyelesaikan penjelasan mengenai kinerja model Value-at-Risk (VaR), khususnya daily VaR dalam mengukur risiko pasar. Saat ini, banyak institusi keuangan yang menggunakan metode VaR untuk mendapatkan informasi mengenai posisi portofolio mereka.
Secara umum, metode VaR memang telah banyak digunakan sebagai alat kuantitatif yang bertujuan untuk menilai kerugian yang dihadapi para pelaku pasar seperti para trader. Dan dalam kaitannya dengan pengaplikasian manajemen risiko, metode VaR dirasa cukup efektif dalam menilai risiko-risiko yang dihadapi para pelaku pasar, agar dapat melakukan strategi dalam mengontrol risiko sehingga pada akhirnya dapat mengurangi risiko yang mereka hadapi.

I.2 Perumusan Masalah
Penelitian ini fokus pada isu mengenai pengukuran risiko atas pergerakan harga harian saham-saham yang fluktuatif atau ekstrim yang ada pada pasar modal Indonesia, khususnya saham yang paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengukuran risiko ini diestimasi menggunakan metode VaR. Menurut Engel dan Gizycki (1999), ada tiga kriteria dalam menentukan model VaR terbaik dalam mengukur tingkat risiko, yaitu akurat, efisien, dan konservatif.
Sebuah model VaR dapat dikatakan konservatif apabila model tersebut dapat menghasilkan estimasi risiko yang secara konsisten nilainya lebih tinggi dibandingkan estimasi model lainnya. Sedangkan model VaR dikatakan efisien apabila model tersebut mampu mengakomodasi pemenuhan persyaratan kecukupan modal dan cukup konservatif untuk memenuhi keinginan regulator serta meminimalkan tingkat cadangan modal yang harus dimiliki. Jadi suatu model VaR dapat dikatakan paling baik apabila memiliki ketiga kriteria di atas. Salah satu keunggulan dari pengaplikasian model VaR dalam mengukur risiko pasar adalah estimasinya dapat dilakukan untuk jangka pendek yang mana hal ini menjadi sejalan dengan penelitian yang ingin dilakukan, yaitu mengukur risiko pasar yang dihadapi oleh para trader yang secara khusus aktif melakukan daily trading.
Penelitian sebelumnya tentang VaR oleh Giot (1999) meneliti mengenai pergerakan harga intraday yang sangat fluktuatif atau ekstrim dengan menggunakan aplikasi intraday GARCH dan model-model durasi seperti Log ACD di NYSE. Pada penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa volatilitas data intraday dengan menggunakan kedua model tersebut menunjukkan hasil yang sama. Selanjutnya pada penelitian Giot (2002) dilanjutkan dengan fokus meneliti pergerakan harga intraday yang besar atau ekstrim khusus bagi tiga saham teraktif di NYSE menggunakan aplikasi model parametric dan non-parametric.
Kemudian secara khusus Giot dan Laurent (2001) meneliti mengenai penghitungan daily VaR dua indeks saham, yaitu CAC40 dan S&P500, dengan menggunakan estimasi satu hari ke depan atas volatilitas aktual harian. Penelitian tersebut bertujuan untuk membandingkan sebuah model Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH), yang secara langsung diaplikasikan terhadap data harian, dengan kinerja atas sebuah model yang didasarkan pada volatilitas aktual (realized volatility). Selain itu, penelitian tersebut juga mengevaluasi kinerja beberapa model volatilitas dalam mengestimasi variasi pergerakan harga.
Dalam penelitian kali ini, peneliti ingin melanjutkan penelitian sebelumnya yang dilakukan Giot (2001, 2002) namun dengan fokus pada pengukuran risiko pasar yang dapat terjadi akibat adanya volatilitas pergerakan harga saham harian berdasarkan metode VaR dengan menggunakan model parametric, yaitu model normal GARCH, model student GARCH, dan model riskmetrics. Penelitian kali ini menggunakan data return harian (daily) yang memiliki time horizon yang relatif pendek, yaitu untuk periode dua tahun secara historis. Hal ini sesuai dengan model VaR pada umumnya yang biasanya menggunakan data daily return dan kemudian dihitung 10 day VaR (Jorion, 2000).
Dengan time horizon yang pendek dan penggunaan data harian, diharapkan metode VaR ini dapat berperan dalam menerangkan tentang teori market microstructure dan berkontribusi dalam memperkirakan tingkat volatilitas lebih jelas sehingga akhirnya penerapan manajemen risiko juga dapat dilakukan di pasar modal Indonesia, di mana para trader yang ada di Bursa Efek Indonesia dapat melakukan estimasi terhadap pergerakan harga dalam jangka pendek yang berguna dalam melakukan kontrol terhadap risiko pasar yang dihadapi sehingga risiko tersebut dapat dikurangi atau tidak terlalu besar kerugiannya.

I.3 Ruang Lingkup Pembahasan
Adapun ruang lingkup pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Obyek dan Cakupan Penelitian
Obyek dan cakupan penelitian dalam penelitian ini adalah data return harian sepuluh saham teraktif yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kesepuluh saham teraktif ini adalah saham-saham yang tercatat aktif diperdagangkan dalam satu hari sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Data harian (daily) yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu data harga perdagangan atas saham-saham teraktif yang diobservasi.
Alasan penulis mengambil periode tersebut dikarenakan kemudahan penulis dalam memperoleh data historis yang relatif pendek yaitu dalam kurun waktu dua tahun kebelakang. Selain itu, periode data historis tersebut relatif tidak memiliki time horizon terlalu jauh kebelakang, sehingga diharapkan akan menghasilkan output yang signifikan terhadap hipotesis atas penelitian yang dilakukan. Lebih lanjut lagi, cukup membawa sentimen positif atau kuat terhadap dunia pasar modal Indonesia yang ditunjukkan dengan kenaikan level tertinggi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibandingkan periode-periode sebelumnya. Kenaikan IHSG tersebut tidak terlepas dengan adanya kejadian di pasar (market event) yang salah satunya terkait dengan adanya subprime mortgage—krisis kredit perumahan di Amerika Serikat—yang menyebabkan hampir sebagian besar pasar saham di seluruh dunia berfluktuasi.
Dalam penelitian ini, sesungguhnya penulis ingin melakukan studi eksperimental yang berkaitan dengan pengujian metode VaR dalam mengukur tingkat risiko, di mana dicerminkan dari volatilitas pergerakan return saham pada periode tersebut. Oleh karena itu, penulis juga berharap dengan mengambil data pada periode tersebut, dapat terlihat signifikansi dari penghitungan VaR dalam mengestimasi besarnya nilai risiko pasar yang dihadapi para trader dengan menggunakan beberapa model VaR yang disajikan.
Sedangkan alasan penulis menggunakan sepuluh saham teraktif yang ada di BEI sebagai proxy untuk mengukur tingkat volatilitas harian pada periode di atas, dikarenakan sepuluh saham tersebut tercatat sebagai saham-saham yang paling aktif diperdagangkan di BEI, di mana saham tersebut dinilai memiliki nilai pergerakan harga yang fluktuatif dibandingkan saham-saham lain yang ada di BEI, serta para trader senantiasa aktif memperdagangkan sepuluh saham tersebut. Oleh karena itu, dengan penggunaan sampel sepuluh saham teraktif tersebut, penulis juga berharap pada akhirnya hasil penelitian yang didapatkan mampu memperlihatkan signifikansi atas penerapan metode VaR dalam mengukur volatilitas harian atas pergerakan harga, sehingga hasil akhirnya dapat menerangkan teori tentang market microstructure dan juga penerapan akan manajemen risiko di pasar modal.
2. Metodologi Penelitian
Penelitian ini melakukan penaksiran nilai volatilitas harian atas harga saham dalam kerangka metodologi Value at Risk untuk menilai risiko pada pasar modal dengan spesifikasi pembahasan sebagai berikut:
a. Penelitian ini menggunakan data return harian atas sepuluh saham teraktif, di mana perhitungan return dilakukan dengan menggunakan pendekatan geometric return dengan alasan karena pendekatan ini fokus pada return yang memiliki horizon waktu tertentu.
b. Penelitian ini selanjutnya membentuk suatu portofolio dari return atas sepuluh saham teraktif individual di atas. Return masing-masing saham individual yang dikombinasikan dalam portofolio diasumsikan mengikuti bentuk distribusi normal dengan rerata sama dengan nol dan varians σt2, serta memiliki korelasi tertentu satu sama lain yang kemudian dibentuk menjadi portofolio dengan pemberian bobot diberikan berdasarkan jumlah relatif aset yang diinvestasikan.
c. Pengestimasian nilai Value at Risk (VaR) pada portofolio saham dilakukan dengan pendekatan Local-Valuation dengan menggunakan metode Delta Normal (Delta-Normal method). Sedangkan pemodelan volatilitas dalam mengukur tingkat risiko dilakukan dengan menggunakan beberapa model VaR parametric, seperti model VaR Normal GARCH, Student GARCH, dan RiskMetrics atau Integrated GARCH (I-GARCH).
d. Evaluasi atau validasi beberapa model volatilitas portofolio saham dilakukan dengan pengujian secara statistik maupun grafis menggunakan metode backtesting dan Kupiec's likelihood ratio, yang selanjutnya menjadi dasar atas pemilihan model volatilitas yang berkinerja paling baik dalam mengukur tingkat risiko.
e. Penelitian ini secara statistik menggunakan tingkat keyakinan (confidence level) one-tail 95% dan holding period selama satu hari.
3. Metode Pengolahan Data
Pada penelitian ini, penghitungan return sepuluh saham teraktif, pembentukan portofolio, pemodelan volatilitas portofolio, penghitungan VaR portofolio, serta evaluasi model-model VaR portofolio sepuluh saham teraktif di Bursa Efek Indonesia akan diolah menggunakan software Eviews 5.1 dan Microsoft Excel. Kemudian sumber data didapatkan penulis dari dari website Bursa Efek Indonesia, yaitu www.bei.co.id.

I.4 Tujuan Penelitian
Secara umum, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pemilihan dan penggunaan beberapa model Value at Risk (VaR) untuk mengukur tingkat risiko pasar yang mungkin dihadapi para trader di dunia pasar modal Indonesia. Sedangkan secara khusus, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pemodelan volatilitas untuk mengukur dan mengestimasi risiko pasar bagi portofolio sepuluh saham teraktif di Bursa Efek Indonesia, dalam suatu metodologi Value at Risk yang dilakukan dengan menggunakan tiga model VaR, yaitu model normal GARCH, model student GARCH, dan model risk metrics (Giot, 2002).
2. Melakukan evaluasi best model Value at Risk dengan dua metode evaluasi statistik, yaitu metode backtesting dan Kupiec's Likelihood Ratio Test dan kemudian memilih model Value at Risk yang berkinerja paling baik atau paling sesuai dengan kriteria yang ditentukan pada metode evaluasi yang telah dilakukan.

I.5 Sistematika Penulisan
Penulisan laporan akhir penelitian dalam bentuk skripsi ini selanjutnya akan disusun menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang permasalahan, perumusan masalah, ruang lingkup pembahasan, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan atas penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini memuat tentang uraian teoritis mengenai beberapa tipe risiko, konsep Value-at-Risk (VaR), dan beberapa model volatilitas atau risiko pasar, yang diantaranya yaitu model normal GARCH, student GARCH, dan risk metrics model. Selain itu juga akan dimuat penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan hal tersebut.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini menguraikan tentang sumber data, sampel, pengurupulan data, dan metode analisa data. Selanjutnya, peneliti akan menuliskan metode penelitian yang dipakai beserta perincian jenis-jenis data yang digunakan serta tahapan-tahapan yang dilakukan untuk menghitung risiko pasar dengan menggunakan beberapa model volatilitas, melalui pendekatan VaR pada portofolio atas saham yang paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan diuraikan mengenai objek penelitian dan analisa data hasil penelitian pada portofolio atas sepuluh saham teraktif di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian yang disajikan yaitu mulai dari penghitungan return saham, pembentukan dan penghitungan return portofolio, pemodelan volatilitas portofolio dengan menggunakan beberapa model VaR, evaluasi secara statistik terhadap model-model VaR yang digunakan dalam mengukur tingkat volatilitas portofolio tersebut, serta pemilihan model VaR yang berkinerja paling baik dalam mengestimasi nilai risiko pasar.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dari seluruh proses hasil analisis dan pembahasan serta saran bagi penelitian selanjutnya. Lebih lanjut lagi, pada bab ini juga akan dijabarkan seluruh kesimpulan hasil penelitian dan kontribusinya baik bagi ilmu pengetahuan maupun lingkungan sosial. Disini juga akan diuraikan mengenai kesulitan yang dihadapi selama penyusunan skripsi ini, kekurangan-kekurangan yang ada, serta modifikasi dan evaluasi yang disarankan bagi penyempurnaan hasil penelitian selanjutnya.

SKRIPSI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS WEB DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

(KODE EKONMANJ-0057) : SKRIPSI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS WEB DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Penelitian
Era globalisasi yang ditandai dengan semakin cepatnya perkembangan ams informasi dan pertukaran informasi telah melahirkan fenomena bam pada manajemen di suatu organisasi. Informasi merupakan salah satu sumber daya yang sangat diperlukan dalam suatu organisasi. Menurut Agus Mulyanto (2009:12) informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata. Untuk mendapatkan informasi tersebut perlu adanya sebuah sistem yang mengolah data menjadi sebuah informasi yang berharga. Sistem itu disebut dengan sistem informasi manajemen (management information sistem).
Sistem informasi manajemen merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan. Sistem Informasi Berbasis Web adalah suatu sistem penghasil informasi yang mendukung sekelompok manajer dengan memanfaatkan teknologi web (McLeod, Jr. 2001).
Menurut Agus Mulyanto (2009:32) Manusia mengambil peranan yang penting bagi sistem informasi manajemen. Manusia dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi manajemen. Sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pengguna akhir dan pakar sistem informasi manajemen.
Oleh karena itu, sebagai peran yang penting, sumber daya manusia harus disiapkan sedemikian rupa agar siap menghadapi kemajuan teknologi informasi dan dapat menjadi sumber daya yang unggul dan bermutu sesuai perkembangan jaman. Bermutu bukan hanya berarti pandai saja tetapi memenuhi semua syarat kualitas yang dituntut pekerjaan itu sehingga pekerjaan itu benar-benar dapat diselesaikan sesuai rencana (Sedarmayanti, 2001 : 17).
Suatu organisasi yang tidak memiliki sumber daya manusia berkualitas akan menuai kegagalan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan organisasi. Menurut Sudarmanto (2009:3) Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan, baik itu organisasi publik atau private.
Untuk dapat mengetahui sejauh mana keberadaan peran, dan kontribusi sumber daya manusia dalam mencapai keberhasilan organisasi, tentu diperlukan pengukuran kinerja. Tanpa adanya evaluasi atau pengukuran kinerja dalam mencapai tujuan organisasi maka tidak dapat diketahui penyebab ataupun kendala-kendala kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan. Akhir-akhir ini kinerja telah menjadi konsep yang sering dipakai orang dalam berbagai pembahasan dan pembicaraan, khususnya dalam kerangka mendorong keberhasilan organisasi atau sumber daya manusia. Terlebih, saat ini organisasi dihadapkan pada tantangan kompetensi yang tinggi; era kompetisi pasar global, kemajuan teknologi informasi, maupun tuntutan pelanggan atau pengguna jasa layanan yang semakin kritis. Organisasi yang berhasil dan efektif merupakan organisasi dengan individu yang didalamnya memiliki kinerja yang baik. (Sudarmanto, 2009:6).
Menurut Ambar Teguh Sulistiyani (2003 : 223) "Kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya".
Penggunaan teknologi informasi akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Saat ini tidak hanya pada pemsahaan swasta akan tetapi juga pada instansi pemerintah. Teknologi informasi yang berbasis komputer ini akan berdampak pada aktivitas karyawan, memudahkan karyawan untuk tidak lagi melakukan tugas secara manual sehingga pekerjaan dapat terselesaikan secara efektif dan efisen.
X adalah institusi pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dalam pengelolaan dan pengembangannya, X menggunakan sistem informasi manajemen baik itu untuk kegiatan akademik maupun kegiatan non-akademik sebagai bentuk support dengan tujuan agar mahasiswa dan karyawan dapat menyelesaikan aktivitasnya secara efektif dan efisien.
Berdasarkan data dari Unit Sistem informasi manajemen (SISFO) X, diperoleh keterangan bahwa X sudah menggunakan sistem informasi manajemen sejak tahun 1994/1995 yang kemudian disempurnakan menjadi sistem informasi berbasis web sejak tahun 2002-saat ini . Saat ini pengelolaan dan pengembangan system informasi berada di unit SISFO X. System informasi dibangun berdasarkan analisis kebutuhan user, selanjutnya unit SISFO membuat dan melakukan konfirmasi serta testing kepada user yang bersangkutan. Proses sosialisasi biasanya dilakukan dengan mengadakan workshop langsung ke user hanya ruang lingkupnya terbatas, tidak langsung ke semua pegawai, misalnya via atasan (bisa kabag atau kaur).
Berdasarkan pengamatan penulis, wawancara dengan Kabag SISFO dan data dari unit SDM, dengan adanya dukungan berupa sistem informasi manajemen bagi suatu individu dalam menjalankan kegiatan operasionalnya di suatu organisasi/perusahaan tentu akan berdampakjuga terhadap kinerja individu tersebut karena sistem informasi manajemen erat kaitannya dengan keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan sebagai salah satu faktor penunjang kerja seorang individu. Jika sistem informasi manajemen tersebut mendukung keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan maka kinerja individu tersebut tentu akan bagus namun bila sistem informasi manajemen tersebut menjadi penghambat keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan maka kinerja individu tersebut tentu akan menjadi buruk. Sering terjadinya error pada sistem apabila server penuh/sibuk atau konfigurasi dengan komputer tidak tepat, sehingga pekerjaan yang menggunakan sistem informasi manajemen harus tertunda sampai error atau kesalahan tersebut diperbaiki dan terbatasnya ruang lingkup sosialisasi dan informasi mengenai implementasi sistem informasi manajemen perusahaan tentu akan membuat penggunaan sistem informasi manajemen oleh karyawan menjadi tidak optimal yang kemudian akan menjadi penghambat keberadaan pekerjaan, seperti kita lihat pada grafik bahwa adanya kecenderungan penurunan drastis nilai kinerja pada level kinerja baik sekali (PI) dari tahun 2005-2008.
Menurut Tb. Sjafri Mangkuprawira (2009:159) ketertinggalan terjadi ketika seorang karyawan tidak lagi memiliki pengetahuan atau kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan yang penuh tantangan dengan sukses. Dalam perubahan yang cepat di bidang teknis tinggi, seperti keteknikan dan komputerisasi administrasi, ketertinggalan dapat terjadi dengan cepat. Ketertinggalan bisa jadi sebagai hasil dari kegagalan seseorang untuk mengadaptasikan dirinya pada teknologi baru, prosedur baru, dan perubahan-perubahan lainnya. Dengan dilakukannya penelitian terhadap sistem informasi manajemen berbasis web dan kinerja karyawan, maka akan didapatkan informasi mengenai kedua variable tersebut terhadap objek penelitian.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai implementasi sistem informasi manajemen berbasis web dan kinerja karyawan dengan judul : "Implementasi Sistem Informasi Manajemen Berbasis Web Dampaknya terhadap Kinerja Karyawan pada X"

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
1.2.1. Identifikasi Masalah
1. Tidak konsisten dan terbatasnya sosialisasi penggunaan sistem informasi manajemen berbasis web, sosialisasi hanya dilakukan kepada Kabag atau Kaur saja.
2. Sering terjadinya error pada sistem apabila server penuh/sibuk, konfigurasi dengan komputer tidak tepat yang menyebabkan pekerjaan yang menggunakan sistem informasi manajemen berbasis web harus tertunda sampai error atau kesalahan tersebut diperbaiki.
1.2.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana tanggapan karyawan mengenai implementasi sistem informasi manajemen berbasis web yang digunakan di X.
2. Bagaimana kinerja karyawan di X.
3. Seberapa besar implementasi sistem informasi manajemen berbasis web berdampak terhadap kinerja karyawan.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
1.3.1. Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk diolah, dianalisis, dan diinterpretasikan, sehingga dapat memperoleh kesimpulan terhadap masalah yang diteliti dalam hal ini untuk mengetahui hasil implementasi sistem informasi manajemen berbasis web dampaknya terhadap kinerja karyawan pada X
1.3.2. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui tanggapan karyawan mengenai sistem informasi manajemen berbasis web yang digunakan di X.
2. Untuk mengetahui kinerja karyawan di X.
3. Untuk mengetahui seberapa besar dampaknya implementasi sistem informasi manajemen terhadap kinerja karyawan.

1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1. Kegunaan Akademis
Dalam kegunaan akademis ini diharapkan dapat berguna bagi :
1. Pengembangan Ilmu Manajemen
Diharapkan dapat memberi pengetahuan tentang ilmu pengetahuan manajemen spesialisasi Manajemen Sumber Daya Manusia tentang keterkaitan antara implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan.
2. Penulis
- Memberi pengetahuan mengenai implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan, dan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh nilai skripsi program studi manajemen sumber daya manusia.
- Membandingkan antara ilmu pengetahuan dan teori-teori mengenai sistem informasi manajemen dan manajemen sumber daya manusia yang telah dipelajari dengan yang terjadi di dunia nyata.
3. Penulis lainnya
- Memberi informasi kepada peneliti lain yang ingin mengkaji dalam bidang yang sama mengenai implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan
- Memberi informasi kepada peneliti lain yang ingin mengkaji atau membuat sistem informasi manajemen sesuai kebutuhan perusahaan.
1.4.2. Kegunaan Praktis
Penelitian ini diharapkan berguna bagi :
1. Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu informasi kepada X dalam upaya pengembangan kinerja karyawan melalui Sistem informasi manajemen.
2. Karyawan
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu informasi tentang pentingnya implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan.

SKRIPSI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS WEB DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

(KODE EKONMANJ-0057) : SKRIPSI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS WEB DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Penelitian
Era globalisasi yang ditandai dengan semakin cepatnya perkembangan ams informasi dan pertukaran informasi telah melahirkan fenomena bam pada manajemen di suatu organisasi. Informasi merupakan salah satu sumber daya yang sangat diperlukan dalam suatu organisasi. Menurut Agus Mulyanto (2009:12) informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata. Untuk mendapatkan informasi tersebut perlu adanya sebuah sistem yang mengolah data menjadi sebuah informasi yang berharga. Sistem itu disebut dengan sistem informasi manajemen (management information sistem).
Sistem informasi manajemen merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan. Sistem Informasi Berbasis Web adalah suatu sistem penghasil informasi yang mendukung sekelompok manajer dengan memanfaatkan teknologi web (McLeod, Jr. 2001).
Menurut Agus Mulyanto (2009:32) Manusia mengambil peranan yang penting bagi sistem informasi manajemen. Manusia dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi manajemen. Sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pengguna akhir dan pakar sistem informasi manajemen.
Oleh karena itu, sebagai peran yang penting, sumber daya manusia harus disiapkan sedemikian rupa agar siap menghadapi kemajuan teknologi informasi dan dapat menjadi sumber daya yang unggul dan bermutu sesuai perkembangan jaman. Bermutu bukan hanya berarti pandai saja tetapi memenuhi semua syarat kualitas yang dituntut pekerjaan itu sehingga pekerjaan itu benar-benar dapat diselesaikan sesuai rencana (Sedarmayanti, 2001 : 17).
Suatu organisasi yang tidak memiliki sumber daya manusia berkualitas akan menuai kegagalan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan organisasi. Menurut Sudarmanto (2009:3) Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan, baik itu organisasi publik atau private.
Untuk dapat mengetahui sejauh mana keberadaan peran, dan kontribusi sumber daya manusia dalam mencapai keberhasilan organisasi, tentu diperlukan pengukuran kinerja. Tanpa adanya evaluasi atau pengukuran kinerja dalam mencapai tujuan organisasi maka tidak dapat diketahui penyebab ataupun kendala-kendala kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan. Akhir-akhir ini kinerja telah menjadi konsep yang sering dipakai orang dalam berbagai pembahasan dan pembicaraan, khususnya dalam kerangka mendorong keberhasilan organisasi atau sumber daya manusia. Terlebih, saat ini organisasi dihadapkan pada tantangan kompetensi yang tinggi; era kompetisi pasar global, kemajuan teknologi informasi, maupun tuntutan pelanggan atau pengguna jasa layanan yang semakin kritis. Organisasi yang berhasil dan efektif merupakan organisasi dengan individu yang didalamnya memiliki kinerja yang baik. (Sudarmanto, 2009:6).
Menurut Ambar Teguh Sulistiyani (2003 : 223) "Kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya".
Penggunaan teknologi informasi akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Saat ini tidak hanya pada pemsahaan swasta akan tetapi juga pada instansi pemerintah. Teknologi informasi yang berbasis komputer ini akan berdampak pada aktivitas karyawan, memudahkan karyawan untuk tidak lagi melakukan tugas secara manual sehingga pekerjaan dapat terselesaikan secara efektif dan efisen.
X adalah institusi pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dalam pengelolaan dan pengembangannya, X menggunakan sistem informasi manajemen baik itu untuk kegiatan akademik maupun kegiatan non-akademik sebagai bentuk support dengan tujuan agar mahasiswa dan karyawan dapat menyelesaikan aktivitasnya secara efektif dan efisien.
Berdasarkan data dari Unit Sistem informasi manajemen (SISFO) X, diperoleh keterangan bahwa X sudah menggunakan sistem informasi manajemen sejak tahun 1994/1995 yang kemudian disempurnakan menjadi sistem informasi berbasis web sejak tahun 2002-saat ini . Saat ini pengelolaan dan pengembangan system informasi berada di unit SISFO X. System informasi dibangun berdasarkan analisis kebutuhan user, selanjutnya unit SISFO membuat dan melakukan konfirmasi serta testing kepada user yang bersangkutan. Proses sosialisasi biasanya dilakukan dengan mengadakan workshop langsung ke user hanya ruang lingkupnya terbatas, tidak langsung ke semua pegawai, misalnya via atasan (bisa kabag atau kaur).
Berdasarkan pengamatan penulis, wawancara dengan Kabag SISFO dan data dari unit SDM, dengan adanya dukungan berupa sistem informasi manajemen bagi suatu individu dalam menjalankan kegiatan operasionalnya di suatu organisasi/perusahaan tentu akan berdampakjuga terhadap kinerja individu tersebut karena sistem informasi manajemen erat kaitannya dengan keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan sebagai salah satu faktor penunjang kerja seorang individu. Jika sistem informasi manajemen tersebut mendukung keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan maka kinerja individu tersebut tentu akan bagus namun bila sistem informasi manajemen tersebut menjadi penghambat keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan maka kinerja individu tersebut tentu akan menjadi buruk. Sering terjadinya error pada sistem apabila server penuh/sibuk atau konfigurasi dengan komputer tidak tepat, sehingga pekerjaan yang menggunakan sistem informasi manajemen harus tertunda sampai error atau kesalahan tersebut diperbaiki dan terbatasnya ruang lingkup sosialisasi dan informasi mengenai implementasi sistem informasi manajemen perusahaan tentu akan membuat penggunaan sistem informasi manajemen oleh karyawan menjadi tidak optimal yang kemudian akan menjadi penghambat keberadaan pekerjaan, seperti kita lihat pada grafik bahwa adanya kecenderungan penurunan drastis nilai kinerja pada level kinerja baik sekali (PI) dari tahun 2005-2008.
Menurut Tb. Sjafri Mangkuprawira (2009:159) ketertinggalan terjadi ketika seorang karyawan tidak lagi memiliki pengetahuan atau kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan yang penuh tantangan dengan sukses. Dalam perubahan yang cepat di bidang teknis tinggi, seperti keteknikan dan komputerisasi administrasi, ketertinggalan dapat terjadi dengan cepat. Ketertinggalan bisa jadi sebagai hasil dari kegagalan seseorang untuk mengadaptasikan dirinya pada teknologi baru, prosedur baru, dan perubahan-perubahan lainnya. Dengan dilakukannya penelitian terhadap sistem informasi manajemen berbasis web dan kinerja karyawan, maka akan didapatkan informasi mengenai kedua variable tersebut terhadap objek penelitian.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai implementasi sistem informasi manajemen berbasis web dan kinerja karyawan dengan judul : "Implementasi Sistem Informasi Manajemen Berbasis Web Dampaknya terhadap Kinerja Karyawan pada X"

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
1.2.1. Identifikasi Masalah
1. Tidak konsisten dan terbatasnya sosialisasi penggunaan sistem informasi manajemen berbasis web, sosialisasi hanya dilakukan kepada Kabag atau Kaur saja.
2. Sering terjadinya error pada sistem apabila server penuh/sibuk, konfigurasi dengan komputer tidak tepat yang menyebabkan pekerjaan yang menggunakan sistem informasi manajemen berbasis web harus tertunda sampai error atau kesalahan tersebut diperbaiki.
1.2.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana tanggapan karyawan mengenai implementasi sistem informasi manajemen berbasis web yang digunakan di X.
2. Bagaimana kinerja karyawan di X.
3. Seberapa besar implementasi sistem informasi manajemen berbasis web berdampak terhadap kinerja karyawan.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
1.3.1. Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk diolah, dianalisis, dan diinterpretasikan, sehingga dapat memperoleh kesimpulan terhadap masalah yang diteliti dalam hal ini untuk mengetahui hasil implementasi sistem informasi manajemen berbasis web dampaknya terhadap kinerja karyawan pada X
1.3.2. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui tanggapan karyawan mengenai sistem informasi manajemen berbasis web yang digunakan di X.
2. Untuk mengetahui kinerja karyawan di X.
3. Untuk mengetahui seberapa besar dampaknya implementasi sistem informasi manajemen terhadap kinerja karyawan.

1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1. Kegunaan Akademis
Dalam kegunaan akademis ini diharapkan dapat berguna bagi :
1. Pengembangan Ilmu Manajemen
Diharapkan dapat memberi pengetahuan tentang ilmu pengetahuan manajemen spesialisasi Manajemen Sumber Daya Manusia tentang keterkaitan antara implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan.
2. Penulis
- Memberi pengetahuan mengenai implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan, dan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh nilai skripsi program studi manajemen sumber daya manusia.
- Membandingkan antara ilmu pengetahuan dan teori-teori mengenai sistem informasi manajemen dan manajemen sumber daya manusia yang telah dipelajari dengan yang terjadi di dunia nyata.
3. Penulis lainnya
- Memberi informasi kepada peneliti lain yang ingin mengkaji dalam bidang yang sama mengenai implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan
- Memberi informasi kepada peneliti lain yang ingin mengkaji atau membuat sistem informasi manajemen sesuai kebutuhan perusahaan.
1.4.2. Kegunaan Praktis
Penelitian ini diharapkan berguna bagi :
1. Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu informasi kepada X dalam upaya pengembangan kinerja karyawan melalui Sistem informasi manajemen.
2. Karyawan
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu informasi tentang pentingnya implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan.

SKRIPSI AKTIVITAS PENGUKURAN WAKTU PASAR DAN PENYELEKSIAN (MARKET TIMING AND SELECTIVITY) PADA KINERJA REKSA DANA SYARIAH DI INDONESIA

(KODE EKONMANJ-0056) : SKRIPSI AKTIVITAS PENGUKURAN WAKTU PASAR DAN PENYELEKSIAN (MARKET TIMING AND SELECTIVITY) PADA KINERJA REKSA DANA SYARIAH DI INDONESIA




BAB I
PENDAHULUAN


I.1. Latar Belakang Penelitian
Investasi pada masa kini sudah cukup dikenal masyarakat menengah di Indonesia. Bahkan, pemerintah mendorong upaya-upaya agar masyarakat menjadi lebih 'melek finansial'. Perkenalan pada dunia investasi dan finansial menjadi penting terutama ketika taraf hidup masyarakat naik, dan mereka mempunyai dana berlebih yang tidak digunakan. Dana berlebih itu diharapkan dapat disalurkan melalui investasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai investor, maupun si pengguna investasi. Apabila masyarakat tidak kenal investasi, maka kesempatan peningkatan kesejahteraan tersebut akan hilang. Selain itu, masyarakat jadi mudah ditipu dengan janji-janji investasi palsu yang malah menghilangkan uang mereka.
Kendala yang dihadapi masyarakat biasanya terkait dengan pemahaman bahwa investasi itu butuh dana yang besar. Masyarakat segan mengeluarkan dana besar yang hasilnya baru dapat dinikmati di masa depan. Untuk menghadapi kendala itu, dan tentunya meraih investor yang lebih luas, maka investasi reksa dana pun dibentuk.
Investasi di reksa dana sangat menarik terutama karena tidak memerlukan dana awal yang besar dan imbal hasilnya pun lumayan, paling tidak lebih tinggi dari tabungan yang mendominasi penempatan uang masyarakat.
Reksa dana mulai diperkenalkan ke Indonesia ketika PT Danareksa didirikan tahun 1976. Kemudian pada tahun 1995 berdiri sebuah reksa dana tertutup yaitu PT BDNI Reksa Dana. Tahun XXXX, sempat terjadi pencairan besar-besaran dana investor yang membuat pasar reksa dana terpuruk. Tapi, pada tahun XXXX dan XXXX, reksa dana kembali naik dan menjadi salah satu instrumen investasi yang digemari.
Reksa dana syariah merupakan produk yang muncul awal tahun 2000-an, dan merupakan jawaban bagi investor yang ingin menanamkan modalnya pada usaha-usaha yang dianggap halal. Masyarakat pemodal tersebut tidak hanya ingin mendapatkan pertumbuhan dari investasinya, tapi juga mengharapkan dananya tidak ditanamkan pada usaha-usaha yang haram atau yang tidak mereka sukai. Maka, reksa dana syariah menjadi instrumen investasi yang menarik dan semakin bertumbuh.

I. 2. Perumusan Masalah
Penelitian ini ingin mengetahui:
a. Apakah manajer investasi memiliki kemampuan pengukuran waktu pasar (market timing) !
b. Apakah manajer investasi memiliki kemampuan penyeleksian efek (selectivity) !

I. 3. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian dilakukan pada produk reksadana syariah yang beroperasi pada jangka waktu Januari XXXX sampai Desember XXXX. Rentang waktu tersebut dipilih karena cukup mewakili pergerakan pasar reksa dana syariah di Indonesia. Dari batasan waktu tersebut, penulis mendapatkan 8 produk reksa dana syariah yang berasal dari 5 manajer investasi. Penelitian dibatasi pada analisis bagian dari imbal hasil reksa dana syariah yang berkaitan dengan kemampuan pengukuran waktu pasar (market timing) dan kemampuan penyeleksian efek (selectivity) dari manajer investasi.

I. 4. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah untuk:
a. mengetahui kemampuan manajer investasi dalam mengukur waktu pasar (timing) dan menyeleksi efek (selectivity) pada masing-masing sampel reksa dana syariah.
b. mengetahui aktivitas pengukuran waktu pasar dan seleksi pada seluruh sampel reksa dana syariah secara umum.
c. Memberi informasi tambahan yang berguna untuk menilai dan memilih investasi di reksa dana

I. 5. Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data yang didapatkan dari telaah literatur baik berupa buku, jurnal, maupun internet. Data yang dibutuhkan adalah Nilai Aktiva Bersih (NAB) harian dari kedelapan produk reksadana syariah yang didapat dari situs Bapepam LK (www.bapepam.go.id). Data Jakarta Islamic Index sebagai tolak ukur indeks pasar didapat dari situs Bursa Efek Indonesia (www.bei.co.id). Data Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI) sebagai acuan risk-free rate didapat dari situs Bank Indonesia (www.bi.go.id).

I. 6. Sistematika Penulisan
Penelitian ini terdiri dari lima bab yang disusun sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi gambaran umum mengenai penelitian yang dilakukan. Gambaran umum tersebut mencakup latar belakang penelitian, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metode pengumpulan data, serta sistematika penulisan penelitian.
BAB II Landasan Teori
Pada bab ini penulis akan menguraikan konsep dasar reksa dana konvensional dan syariah, evaluasi kinerja portfolio, serta penjabaran teori pengukuran waktu pasar (market timing) dan penyeleksian efek (selectivity). Sumber penjabaran tersebut adalah buku serta jurnal-jurnal terkait.
BAB III Metodologi Penelitian
Pada bab ini penulis akan menguraikan metode pengolahan data yang digunakan dalam mengukur kinerja reksadana serta melihat keberadaan kemampuan pengukuran waktu pasar dan penyeleksian efek dari manajer investasi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah Henriksson & Merton.
BAB IV Analisis Data
Pada bab ini penulis akan menuangkan data-data olahan dan menganalisisnya. Analisis akan dilakukan berdasarkan metode pengolahan data, serta dari berbagai teori serta literatur.
BAB V Kesimpulan dan Saran
Pada bab ini penulis akan menyimpulkan hasil dari pengolahan data yang telah dilakukan, serta saran-saran yang berguna untuk penelitian selanjutnya.

SKRIPSI AKTIVITAS PENGUKURAN WAKTU PASAR DAN PENYELEKSIAN (MARKET TIMING AND SELECTIVITY) PADA KINERJA REKSA DANA SYARIAH DI INDONESIA

(KODE EKONMANJ-0056) : SKRIPSI AKTIVITAS PENGUKURAN WAKTU PASAR DAN PENYELEKSIAN (MARKET TIMING AND SELECTIVITY) PADA KINERJA REKSA DANA SYARIAH DI INDONESIA




BAB I
PENDAHULUAN


I.1. Latar Belakang Penelitian
Investasi pada masa kini sudah cukup dikenal masyarakat menengah di Indonesia. Bahkan, pemerintah mendorong upaya-upaya agar masyarakat menjadi lebih 'melek finansial'. Perkenalan pada dunia investasi dan finansial menjadi penting terutama ketika taraf hidup masyarakat naik, dan mereka mempunyai dana berlebih yang tidak digunakan. Dana berlebih itu diharapkan dapat disalurkan melalui investasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai investor, maupun si pengguna investasi. Apabila masyarakat tidak kenal investasi, maka kesempatan peningkatan kesejahteraan tersebut akan hilang. Selain itu, masyarakat jadi mudah ditipu dengan janji-janji investasi palsu yang malah menghilangkan uang mereka.
Kendala yang dihadapi masyarakat biasanya terkait dengan pemahaman bahwa investasi itu butuh dana yang besar. Masyarakat segan mengeluarkan dana besar yang hasilnya baru dapat dinikmati di masa depan. Untuk menghadapi kendala itu, dan tentunya meraih investor yang lebih luas, maka investasi reksa dana pun dibentuk.
Investasi di reksa dana sangat menarik terutama karena tidak memerlukan dana awal yang besar dan imbal hasilnya pun lumayan, paling tidak lebih tinggi dari tabungan yang mendominasi penempatan uang masyarakat.
Reksa dana mulai diperkenalkan ke Indonesia ketika PT Danareksa didirikan tahun 1976. Kemudian pada tahun 1995 berdiri sebuah reksa dana tertutup yaitu PT BDNI Reksa Dana. Tahun XXXX, sempat terjadi pencairan besar-besaran dana investor yang membuat pasar reksa dana terpuruk. Tapi, pada tahun XXXX dan XXXX, reksa dana kembali naik dan menjadi salah satu instrumen investasi yang digemari.
Reksa dana syariah merupakan produk yang muncul awal tahun 2000-an, dan merupakan jawaban bagi investor yang ingin menanamkan modalnya pada usaha-usaha yang dianggap halal. Masyarakat pemodal tersebut tidak hanya ingin mendapatkan pertumbuhan dari investasinya, tapi juga mengharapkan dananya tidak ditanamkan pada usaha-usaha yang haram atau yang tidak mereka sukai. Maka, reksa dana syariah menjadi instrumen investasi yang menarik dan semakin bertumbuh.

I. 2. Perumusan Masalah
Penelitian ini ingin mengetahui:
a. Apakah manajer investasi memiliki kemampuan pengukuran waktu pasar (market timing) !
b. Apakah manajer investasi memiliki kemampuan penyeleksian efek (selectivity) !

I. 3. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian dilakukan pada produk reksadana syariah yang beroperasi pada jangka waktu Januari XXXX sampai Desember XXXX. Rentang waktu tersebut dipilih karena cukup mewakili pergerakan pasar reksa dana syariah di Indonesia. Dari batasan waktu tersebut, penulis mendapatkan 8 produk reksa dana syariah yang berasal dari 5 manajer investasi. Penelitian dibatasi pada analisis bagian dari imbal hasil reksa dana syariah yang berkaitan dengan kemampuan pengukuran waktu pasar (market timing) dan kemampuan penyeleksian efek (selectivity) dari manajer investasi.

I. 4. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah untuk:
a. mengetahui kemampuan manajer investasi dalam mengukur waktu pasar (timing) dan menyeleksi efek (selectivity) pada masing-masing sampel reksa dana syariah.
b. mengetahui aktivitas pengukuran waktu pasar dan seleksi pada seluruh sampel reksa dana syariah secara umum.
c. Memberi informasi tambahan yang berguna untuk menilai dan memilih investasi di reksa dana

I. 5. Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data yang didapatkan dari telaah literatur baik berupa buku, jurnal, maupun internet. Data yang dibutuhkan adalah Nilai Aktiva Bersih (NAB) harian dari kedelapan produk reksadana syariah yang didapat dari situs Bapepam LK (www.bapepam.go.id). Data Jakarta Islamic Index sebagai tolak ukur indeks pasar didapat dari situs Bursa Efek Indonesia (www.bei.co.id). Data Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI) sebagai acuan risk-free rate didapat dari situs Bank Indonesia (www.bi.go.id).

I. 6. Sistematika Penulisan
Penelitian ini terdiri dari lima bab yang disusun sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi gambaran umum mengenai penelitian yang dilakukan. Gambaran umum tersebut mencakup latar belakang penelitian, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metode pengumpulan data, serta sistematika penulisan penelitian.
BAB II Landasan Teori
Pada bab ini penulis akan menguraikan konsep dasar reksa dana konvensional dan syariah, evaluasi kinerja portfolio, serta penjabaran teori pengukuran waktu pasar (market timing) dan penyeleksian efek (selectivity). Sumber penjabaran tersebut adalah buku serta jurnal-jurnal terkait.
BAB III Metodologi Penelitian
Pada bab ini penulis akan menguraikan metode pengolahan data yang digunakan dalam mengukur kinerja reksadana serta melihat keberadaan kemampuan pengukuran waktu pasar dan penyeleksian efek dari manajer investasi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah Henriksson & Merton.
BAB IV Analisis Data
Pada bab ini penulis akan menuangkan data-data olahan dan menganalisisnya. Analisis akan dilakukan berdasarkan metode pengolahan data, serta dari berbagai teori serta literatur.
BAB V Kesimpulan dan Saran
Pada bab ini penulis akan menyimpulkan hasil dari pengolahan data yang telah dilakukan, serta saran-saran yang berguna untuk penelitian selanjutnya.

SKRIPSI ANALISIS VOLATILITAS NILAI AKTIVA BERSIH ANTARA REKSA DANA CAMPURAN KONVENSIONAL DENGAN REKSA DANA CAMPURAN SYARIAH

(KODE EKONMANJ-0055) : SKRIPSI ANALISIS VOLATILITAS NILAI AKTIVA BERSIH ANTARA REKSA DANA CAMPURAN KONVENSIONAL DENGAN REKSA DANA CAMPURAN SYARIAH




BAB I
PENDAHULUAN


I.1. Latar Belakang
Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995, pasal 1 ayat 27, reksa dana adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manager investasi yang telah mendapat izin dari Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal). Portofolio investasi dari reksa dana dapat terdiri dari berbagai macam instrumen surat berharga seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau campuran dari instrumen-instrumen diatas.
Dalam beberapa tahun terakhir jumlah investor dan dana yang diinvestasikan dalam reksadana meningkat dengan pesat. Nilai Aktiva Bersih mulai mengalami peningkatan di tahun XXXX yang mencapai Rp 110 triliun, dan mencapai puncaknya pada bulan Februari XXXX dengan total dana yang dikelola mencapai Rp 113 triliun. Namun pada triwulan akhir XXXX sempat mengalami penurunan, baik dalam hal NAB maupun jumlah investor. Peningkatan NAB dan investor ini disebabkan situasi ekonomi yang relatif stabil dan kondusif bagi perkembangan reksadana serta semakin banyaknya jumlah Wakil Agen Penjual Reksa Dana. Apalagi saat ini kita dapat menggunakan media Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pelayanan reksa dana.
Berikut merupakan jenis-jenis reksa dana yang terdapat di Indonesia beserta efek, resiko, dan tujuan investasinya.

* Tabel sengaja tidak ditampilkan *

Dalam penelitian yang penulis lakukan ini, penulis lebih memfokuskan diri pada reksa dana campuran. Alasan pemilihan reksa dana jenis ini adalah untuk memudahkan melakukan pembandingan karena pada reksa dana campuran terdapat jenis konvensional dan syariah. Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan dananya pada berbagai instrumen keuangan seperti portofolio saham, obligasi, dan surat berharga pasar uang dengan komposisi yang berbeda-beda. Reksa dana campuran di Indonesia terbagi menjadi 2 yaitu reksa dana campuran konvensional dan reksa dana campuran syariah. Ada beberapa hal yang membedakan kedua reksa dana tersebut. Reksadana campuran syariah memiliki kebijakan investasi yang berbasis pada prinsip-prinsip Islam. Instrumen investasi yang dipilih dalam portofolionya haruslah yang dikategorikan halal. Dikatakan halal, jika pihak yang menerbitkan instrumen investasi tersebut tidak melakukan usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, tidak melakukan riba atau membungakan uang. Jadi, saham, obligasi dan sekuritas lainnya yang dikeluarkan perusahaan yang usahanya berhubungan dengan produksi atau penjualan minuman keras, rokok dan tembakau, produk mengandung babi, bisnis hiburan berbau masksiat, bisnis senjata, perjudian, pornografi, dan sebagainya tidak akan dimasukkan ke dalam portofolio reksadana. Intisarinya, hanyalah sekuritas yang dikategorikan halal yang bisa masuk dalam portofolio reksadana syariah ini. Di samping itu, segi pengelolaan dana reksadana ini juga berdasarkan Islam, yang tidak mengizinkan penggunaan strategi investasi yang menjurus ke arah spekulasi.
Acuan yang diperlukan reksadana ini, sudah tentu haruslah juga berprinsip Islam. Kira-kira setahun yang lalu, di Bursa Efek Jakarta sudah diluncurkan indeks harga saham yang disebut indeks syariah atau sering disebut dengan Jakarta Islamic Index (JII). Saham-saham yang masuk ke dalam JII adalah saham-saham yang dikategorikan halal. Salah satu tujuan peluncuran indeks syariah ini, tak lain adalah untuk memudahkan dan menarik minat investor muslim untuk berinvestasi pada saham-saham yang dikategorikan halal. Dari nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 31 Maret, total kapitalisasi reksa dana campuran di Indonesia sebesar Rp9,54 triliun dengan tingkat pertumbuhan sebesar 46,3 %. Dengan tingkat pertumbuhan yang sebesar ini maka reksa dana campuran semakin menarik untuk diteliti. Hal ini pula lah yang menjadi alasan pemilihan reksa dana ini sebagai topik penelitian dalam skripsi ini.
Namun saat ini masih banyak investor reksa dana yang hanya membandingkan return saja dan mengabaikan faktor risiko. Padahal reksa dana juga mempunyai resiko, termasuk pada reksa dana campuran konvensional dan syariah. Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkannya :
- Volatilitas dari Nilai Aktiva Bersih
- Resiko redemption (rush) yaitu Fund manager mungkin terpaksa menjual efeknya di waktu yang tidak tepat karena terjadi redemption
Karena adanya perbedaan profil resiko pada reksa dana konvensional dan syariah maka penulis ingin melakukan perbandingan antar kedua jenis reksa dana tersebut dengan melakukan perbandingan volatilitas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui reksadana mana yang lebih volatile antara kedua reksadana tersebut. Dalam melakukan analisis tersebut penulis menggunakan jenis reksadana dari perusahaan investasi yang sama agar perbedaan policy antar manajer investasi dapat diminimalkan.
Salah satu cara untuk menganalisa risiko sebelum berinvestasi adalah dengan analisa volatilitas (analisa teknikal) NAB reksa dana di masa lampau. Sehingga dengan adanya analisa volatilitas dari satu atau beberapa aset maka diharapkan tingkat variabilitasnya akan terdeteksi. Jika suatu aset memiliki volatilitas yang tinggi mengindikasikan bahwa harga aset tersebut sangat fluktuatif sehingga return yang dihasilkan juga berfluktuasi.
Volatilitas merupakan sebuah terminologi kepekaan (sensitifitas) atau ukuran dari ketidakpastian sebuah data deret waktu keuangan sehingga merupakan risiko yang mungkin dihadapi investor dalam perdagangan di bursa dimana besaran ini dinyatakan sebagai standar deviasi dari laju perubahan penyusun data deret waktu keuangan. (Yohanes Surya dan Hokky Situngkir, Sifat Statistika Data Keuangan)
Analisis volatilitas ini akan dilakukan dengan menggunakan model ARCH/GARCH. Metode ARCH/GARCH digunakan karena mengandung konsep Conditional Heteroscedastic, yaitu sebuah konsep tentang ketidak-konstanan varians dari data acak dimana perubahan variansi ini dipengaruhi oleh data acak sebelumnya.
Sampel yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ini harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain :
a. Reksa dana campuran konvensional dan syariah yang dipilih berada di bawah Manajer Investasi yang sama.
b. Data NAB yang diambil memiliki periode yang sama

1.2. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan manakah jenis reksadana yang lebih volatile antara reksadana campuran konvensional atau reksadana campuran syari'ah dengan menggunakan pemodelan ARCH GARCH.

1.3. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik volatilitas kondisional reksadana campuran konvensional dan reksadana campuran syari'ah dengan menggunakan pemodelan ARCH GARCH.
Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa pergerakan volatilitas kondisional antara reksa dana campuran konvensional dengan reksa dana campuran syariah pada periode 3 Januari XXXX-28 Desember XXXX.

1.4. Metode Pemilihan Sampel
Pada penelitian ini peneliti menggunakan sample reksa dana campuran konvensional yang diwakili oleh AAA Balanced Fund, BNI Dana Flexible, Danareksa Anggrek dibandingkan dengan reksa dana campuran syariah AAA Syariah Fund, BNI Danaplus Syariah, dan Danareksa Syariah Berimbang.
Sampel yang diambil adalah data nilai aktiva bersih selama 2 (dua) tahun dari 3 Januari XXXX- 28 Desember XXXX. Alasan pemilihan penelitian pada periode tersebut adalah karena reksa dana campuran, khususnya syariah, baru mulai berkembang secara pesat pada awal tahun XXXX.

1.5. Metode Pengolahan Data
Penulis mengambil data Nilai Aktiva Bersih selama periode 3 Januari XXXX-28 Desember XXXX. Setelah itu dilakukan pemeriksaan apakah setiap harinya sudah terisi Nilai Aktiva Bersih. Jika ada yang masih kosong (karena hari libur nasional atau sebab yang lain), maka akan diisi dengan Nilai Aktiva Bersih pada hari sebelumnya (asumsi efficient market) .
Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang telah beredar di masyarakat dan secara mudah didapatkan melalui internet atau website badan-badan terkait.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pemodelan ARCH/GARCH. Metode ARCH/GARCH digunakan karena kebanyakan data keuangan mengandung konsep Conditional Heteroscedastic, yaitu sebuah konsep tentang ketidak-konstanan variansi dari data acak dimana perubahan variansi ini dipengaruhi oleh data acak sebelumnya. Secara garis besar langkah-langkah penelitian ini sebagai berikut :
1. Pengumpulan data-data yang akan digunakan dalam penelitian, dalam hal ini nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana campuran konvensional dan syariah, serta melakukan normalisasi
2. Cek Stasioneritas
3. Membersihkan data dari day of the week effect
4. Estimasi stationary mean
5. Pengujian autocorrelation
6. Pengujian ARCH error
7. Estimasi conditional volatility
8. Pembentukkan GARCH variance series
Untuk pengolahan data digunakan alat bantu berupa software E-Views versi 4.1 dan Microsoft Excel.

1.6. Sistematika Penulisan
Penulisan penelitian ini akan terdiri dari lima bab utama, diantaranya :
Bab I : Pendahuluan
Bab ini berisikan latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Bab ini akan berisikan tinjauan literatur mengenai teori-teori dan konsep-konsep tentang investasi, reksa dana, konsep volatilitas, model optimal tingkat mean dan varians, dan GARCH variance series.
Bab III : Metodologi Penelitian
Bab ini menjabarkan langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini mulai dari cek stasioneritas, penyusunan model optimal tingkat mean dan varians dengan menggunakan ARCH/GARCH, hingga pembentukan GARCH variance series.
Bab IV : Analisis dan Pembahasan Penelitian
Bab ini berisikan analisis dari penelitian yang dilakukan dan juga akan dijelaskan bagaimana temuan yang didapatkan dari hasil penelitian tersebut.
Bab V : Penutup
Bab ini berisikan kesimpulan atas hasil penelitian, keterbatasan penelitian serta saran-saran yang terkait dengan penelitian ini sehigga diharapkan dapat berguna untuk penelitian selanjutnya.

SKRIPSI ANALISIS VOLATILITAS NILAI AKTIVA BERSIH ANTARA REKSA DANA CAMPURAN KONVENSIONAL DENGAN REKSA DANA CAMPURAN SYARIAH

(KODE EKONMANJ-0055) : SKRIPSI ANALISIS VOLATILITAS NILAI AKTIVA BERSIH ANTARA REKSA DANA CAMPURAN KONVENSIONAL DENGAN REKSA DANA CAMPURAN SYARIAH




BAB I
PENDAHULUAN


I.1. Latar Belakang
Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995, pasal 1 ayat 27, reksa dana adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manager investasi yang telah mendapat izin dari Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal). Portofolio investasi dari reksa dana dapat terdiri dari berbagai macam instrumen surat berharga seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau campuran dari instrumen-instrumen diatas.
Dalam beberapa tahun terakhir jumlah investor dan dana yang diinvestasikan dalam reksadana meningkat dengan pesat. Nilai Aktiva Bersih mulai mengalami peningkatan di tahun XXXX yang mencapai Rp 110 triliun, dan mencapai puncaknya pada bulan Februari XXXX dengan total dana yang dikelola mencapai Rp 113 triliun. Namun pada triwulan akhir XXXX sempat mengalami penurunan, baik dalam hal NAB maupun jumlah investor. Peningkatan NAB dan investor ini disebabkan situasi ekonomi yang relatif stabil dan kondusif bagi perkembangan reksadana serta semakin banyaknya jumlah Wakil Agen Penjual Reksa Dana. Apalagi saat ini kita dapat menggunakan media Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pelayanan reksa dana.
Berikut merupakan jenis-jenis reksa dana yang terdapat di Indonesia beserta efek, resiko, dan tujuan investasinya.

* Tabel sengaja tidak ditampilkan *

Dalam penelitian yang penulis lakukan ini, penulis lebih memfokuskan diri pada reksa dana campuran. Alasan pemilihan reksa dana jenis ini adalah untuk memudahkan melakukan pembandingan karena pada reksa dana campuran terdapat jenis konvensional dan syariah. Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan dananya pada berbagai instrumen keuangan seperti portofolio saham, obligasi, dan surat berharga pasar uang dengan komposisi yang berbeda-beda. Reksa dana campuran di Indonesia terbagi menjadi 2 yaitu reksa dana campuran konvensional dan reksa dana campuran syariah. Ada beberapa hal yang membedakan kedua reksa dana tersebut. Reksadana campuran syariah memiliki kebijakan investasi yang berbasis pada prinsip-prinsip Islam. Instrumen investasi yang dipilih dalam portofolionya haruslah yang dikategorikan halal. Dikatakan halal, jika pihak yang menerbitkan instrumen investasi tersebut tidak melakukan usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, tidak melakukan riba atau membungakan uang. Jadi, saham, obligasi dan sekuritas lainnya yang dikeluarkan perusahaan yang usahanya berhubungan dengan produksi atau penjualan minuman keras, rokok dan tembakau, produk mengandung babi, bisnis hiburan berbau masksiat, bisnis senjata, perjudian, pornografi, dan sebagainya tidak akan dimasukkan ke dalam portofolio reksadana. Intisarinya, hanyalah sekuritas yang dikategorikan halal yang bisa masuk dalam portofolio reksadana syariah ini. Di samping itu, segi pengelolaan dana reksadana ini juga berdasarkan Islam, yang tidak mengizinkan penggunaan strategi investasi yang menjurus ke arah spekulasi.
Acuan yang diperlukan reksadana ini, sudah tentu haruslah juga berprinsip Islam. Kira-kira setahun yang lalu, di Bursa Efek Jakarta sudah diluncurkan indeks harga saham yang disebut indeks syariah atau sering disebut dengan Jakarta Islamic Index (JII). Saham-saham yang masuk ke dalam JII adalah saham-saham yang dikategorikan halal. Salah satu tujuan peluncuran indeks syariah ini, tak lain adalah untuk memudahkan dan menarik minat investor muslim untuk berinvestasi pada saham-saham yang dikategorikan halal. Dari nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 31 Maret, total kapitalisasi reksa dana campuran di Indonesia sebesar Rp9,54 triliun dengan tingkat pertumbuhan sebesar 46,3 %. Dengan tingkat pertumbuhan yang sebesar ini maka reksa dana campuran semakin menarik untuk diteliti. Hal ini pula lah yang menjadi alasan pemilihan reksa dana ini sebagai topik penelitian dalam skripsi ini.
Namun saat ini masih banyak investor reksa dana yang hanya membandingkan return saja dan mengabaikan faktor risiko. Padahal reksa dana juga mempunyai resiko, termasuk pada reksa dana campuran konvensional dan syariah. Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkannya :
- Volatilitas dari Nilai Aktiva Bersih
- Resiko redemption (rush) yaitu Fund manager mungkin terpaksa menjual efeknya di waktu yang tidak tepat karena terjadi redemption
Karena adanya perbedaan profil resiko pada reksa dana konvensional dan syariah maka penulis ingin melakukan perbandingan antar kedua jenis reksa dana tersebut dengan melakukan perbandingan volatilitas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui reksadana mana yang lebih volatile antara kedua reksadana tersebut. Dalam melakukan analisis tersebut penulis menggunakan jenis reksadana dari perusahaan investasi yang sama agar perbedaan policy antar manajer investasi dapat diminimalkan.
Salah satu cara untuk menganalisa risiko sebelum berinvestasi adalah dengan analisa volatilitas (analisa teknikal) NAB reksa dana di masa lampau. Sehingga dengan adanya analisa volatilitas dari satu atau beberapa aset maka diharapkan tingkat variabilitasnya akan terdeteksi. Jika suatu aset memiliki volatilitas yang tinggi mengindikasikan bahwa harga aset tersebut sangat fluktuatif sehingga return yang dihasilkan juga berfluktuasi.
Volatilitas merupakan sebuah terminologi kepekaan (sensitifitas) atau ukuran dari ketidakpastian sebuah data deret waktu keuangan sehingga merupakan risiko yang mungkin dihadapi investor dalam perdagangan di bursa dimana besaran ini dinyatakan sebagai standar deviasi dari laju perubahan penyusun data deret waktu keuangan. (Yohanes Surya dan Hokky Situngkir, Sifat Statistika Data Keuangan)
Analisis volatilitas ini akan dilakukan dengan menggunakan model ARCH/GARCH. Metode ARCH/GARCH digunakan karena mengandung konsep Conditional Heteroscedastic, yaitu sebuah konsep tentang ketidak-konstanan varians dari data acak dimana perubahan variansi ini dipengaruhi oleh data acak sebelumnya.
Sampel yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ini harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain :
a. Reksa dana campuran konvensional dan syariah yang dipilih berada di bawah Manajer Investasi yang sama.
b. Data NAB yang diambil memiliki periode yang sama

1.2. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan manakah jenis reksadana yang lebih volatile antara reksadana campuran konvensional atau reksadana campuran syari'ah dengan menggunakan pemodelan ARCH GARCH.

1.3. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik volatilitas kondisional reksadana campuran konvensional dan reksadana campuran syari'ah dengan menggunakan pemodelan ARCH GARCH.
Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa pergerakan volatilitas kondisional antara reksa dana campuran konvensional dengan reksa dana campuran syariah pada periode 3 Januari XXXX-28 Desember XXXX.

1.4. Metode Pemilihan Sampel
Pada penelitian ini peneliti menggunakan sample reksa dana campuran konvensional yang diwakili oleh AAA Balanced Fund, BNI Dana Flexible, Danareksa Anggrek dibandingkan dengan reksa dana campuran syariah AAA Syariah Fund, BNI Danaplus Syariah, dan Danareksa Syariah Berimbang.
Sampel yang diambil adalah data nilai aktiva bersih selama 2 (dua) tahun dari 3 Januari XXXX- 28 Desember XXXX. Alasan pemilihan penelitian pada periode tersebut adalah karena reksa dana campuran, khususnya syariah, baru mulai berkembang secara pesat pada awal tahun XXXX.

1.5. Metode Pengolahan Data
Penulis mengambil data Nilai Aktiva Bersih selama periode 3 Januari XXXX-28 Desember XXXX. Setelah itu dilakukan pemeriksaan apakah setiap harinya sudah terisi Nilai Aktiva Bersih. Jika ada yang masih kosong (karena hari libur nasional atau sebab yang lain), maka akan diisi dengan Nilai Aktiva Bersih pada hari sebelumnya (asumsi efficient market) .
Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang telah beredar di masyarakat dan secara mudah didapatkan melalui internet atau website badan-badan terkait.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pemodelan ARCH/GARCH. Metode ARCH/GARCH digunakan karena kebanyakan data keuangan mengandung konsep Conditional Heteroscedastic, yaitu sebuah konsep tentang ketidak-konstanan variansi dari data acak dimana perubahan variansi ini dipengaruhi oleh data acak sebelumnya. Secara garis besar langkah-langkah penelitian ini sebagai berikut :
1. Pengumpulan data-data yang akan digunakan dalam penelitian, dalam hal ini nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana campuran konvensional dan syariah, serta melakukan normalisasi
2. Cek Stasioneritas
3. Membersihkan data dari day of the week effect
4. Estimasi stationary mean
5. Pengujian autocorrelation
6. Pengujian ARCH error
7. Estimasi conditional volatility
8. Pembentukkan GARCH variance series
Untuk pengolahan data digunakan alat bantu berupa software E-Views versi 4.1 dan Microsoft Excel.

1.6. Sistematika Penulisan
Penulisan penelitian ini akan terdiri dari lima bab utama, diantaranya :
Bab I : Pendahuluan
Bab ini berisikan latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Bab ini akan berisikan tinjauan literatur mengenai teori-teori dan konsep-konsep tentang investasi, reksa dana, konsep volatilitas, model optimal tingkat mean dan varians, dan GARCH variance series.
Bab III : Metodologi Penelitian
Bab ini menjabarkan langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini mulai dari cek stasioneritas, penyusunan model optimal tingkat mean dan varians dengan menggunakan ARCH/GARCH, hingga pembentukan GARCH variance series.
Bab IV : Analisis dan Pembahasan Penelitian
Bab ini berisikan analisis dari penelitian yang dilakukan dan juga akan dijelaskan bagaimana temuan yang didapatkan dari hasil penelitian tersebut.
Bab V : Penutup
Bab ini berisikan kesimpulan atas hasil penelitian, keterbatasan penelitian serta saran-saran yang terkait dengan penelitian ini sehigga diharapkan dapat berguna untuk penelitian selanjutnya.

SKRIPSI PENGARUH SISTEM REKRUTMEN TERHADAP PENEMPATAN KERJA

(KODE EKONMANJ-0054) : SKRIPSI PENGARUH SISTEM REKRUTMEN TERHADAP PENEMPATAN KERJA




BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada sejauh mana perusahaan mampu memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman dari lingkungan eksternal dengan segala potensi dari sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Sumber daya berkualitas yang tersedia merupakan kekayaan {asset) yang tidak ternilai bagi perusahaan. Perusahaan berusaha memperoleh dan menempatkan karyawan yang tepat sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Sistem rekrutmen dan penempatan kerja karyawan lakukan sesuai dengan potensi sumber daya manusia.
Pelaksanaan rekrutmen terhadap calon karyawan dimaksudkan agar perusahaan dapat memperoleh karyawan yang berkualitas dan mampu merealisasikan tujuan perusahaan. Prinsip the right man on the right place harus merupakan pegangan bagi manajer personalia dalam menempatkan karyawan dalam perusahaan.
Kegagalan dalam melakukan rekrutmen dan penempatan kerja akan mempengaruhi kinerja karyawan yang selanjutnya menjadi penghambat bagi proses pencapaian tujuan perusahaan. Sistem rekrutmen dan penempatan kerja yang dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan bertujuan agar tercapainya tujuan perusahaan serta kesulitan dalam mencari dan melatih karyawan dapat dihindari.
Menurut Sastrohadiwiryo (2002:162), penempatan (placement) merupakan salah satu aspek yang penting dalam proses perencanaan sumber daya manusia, karena mempunyai hubungan yang erat dengan efesiensi dan keadilan (setiap karyawan diberikan peluang yang sama untuk berkembang).
Menurut Sastrohadiwiryo (2002:162), penempatan kerja adalah proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada karyawan yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggungjawabkan segala resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan, wewenang serta tanggung jawab. Penempatan ini harus didasarkan pada deskripsi pekerjaan dan sfesipikasi pekerjaan yang telah ditentukan, serta berpedoman kepada prinsip "Penempatan orang yang tepat pada tempat yang tepat dan penempatan orang yang tepat untuk jabatan yang tepat". Penempatan yang tepat yang terdiri dari kesesuaian kemampuan akademis, kesesuaian pengalaman, kesesuaian kesehatan fisik dan mental, dan kesesuaian status perkawinan juga merupakan suatu cara untuk mendapatkan orang-orang yang tepat, sehingga tujuan perusahaan yang telah direncanakan akan berhasil. Dengan penempatan yang tepat, gairah kerja, mental kerja, dan kinerja karyawan akan mencapai hasil yang optimal bahkan kreativitas karyawan dapat berkembang.
Perusahaan akan mengalami kesulitan di masa yang akan datang apabila perusahaan tersebut tidak menempatkan karyawan sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Salah satu dari kesulitan itu dapat berupa turunnya semangat kerja karyawan serta tingginya labour turn over (tingkat keluar masuknya karyawan). Sistem rekrutmen yang efektif mungkin agar memperoleh karyawan yang sesuai dengan potensi sumber daya manusia dan sesuai pada tempatnya (the right man on the right place).
Menurut Mathis (2006:227), perekrutan adalah sebagai proses penarikan sejumlah calon yang berpotensi untuk diseleksi menjadi karyawan atau dapat juga diartikan, penarikan {recruitment) adalah masalah penting dalam pengadaan tenaga kerja. Penarikan berhasil jika banyak pelamar yang memasukkan lamarannya ke perusahaan sehingga peluang untuk mendapatkan karyawan yang baik terbuka lebar dan perusahaan dapat memilih terbaik dari yang baik.
Pelaksanaan sistem rekrutmen yang efektif yang dilakukan sesuai dengan tujuan, sesuai dengan peraturan dan dengan cara yang benar terhadap calon karyawan dimaksudkan agar perusahaan memperoleh karyawan yang berkualitas dan mampu merealisasikan tujuan perusahaan sehingga diharapkan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Kegagalan dalam melakukan sistem rekrutmen dapat mempengaruhi penempatan kerja karyawan pada suatu perusahaan.
PT. X merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang perkebunan dan mempunyai komitmen untuk mengembangkan usahanya dengan maksimal dan menciptakan lingkungan yang mendorong karyawan mengembangkan potensinya. Visi PT. X, yakni menjadikan perusahaan agro-industri berbasis perkebunan yang tangguh dan kompepetitif di pasar global dapat diwujudkan dengan dilakukannya sistem rekrutmen dan penempatan kerja karyawan yang sesuai dengan prinsip the right man on the right place dan ditempatkan sesuai diskripsi pekerjaan dan sfesipikasi pekerjaan melalui program-program yang telah dirancang untuk mendapatkan karyawan yang tepat dan berkualitas.
Sistem rekrutmen karyawan di PT. X dilakukan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sumber rekrutmen yang dilakukan pada PT. X berasal dari dalam dan luar perusahan yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Karyawan yang direkrut dari dalam perusahaan merupakan karyawan yang sedang promosi jabatan dan transfer jabatan sedangkan karyawan yang direkrut dari luar adalah karyawan yang direkrut dari luar perusahaan karena alasan tertentu seperti ada posisi yang kosong dikarenakan pensiun dan dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh pihak PT. X. Karyawan yang direkrut dari luar perusahaan mengikuti on the job training yang tujuannya untuk menyesuaikan diri karyawan dengan pekerjaan.
Survey awal yang dilakukan oleh peneliti, metode rekrutmen yang dilakukan PT. X menggunakan metode terbuka dan tertutup. Metode rekrutmen terbuka dipublikasikan ke masyarakat umum melalui media cetak dan eletronik, diharapkan lamaran banyak masuk sehingga kesempatan untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas lebih besar. PT. X juga menggunakan sistem rekrutmen yang tertutup yang hanya diketahui oleh orang-orang yang tertentu saja. Sistem rekrutmen tertutup sifatnya terlalu pribadi atau kekeluargaan. Metode tertutup hanya diinformasikan kepada para karyawan atau orang-orang tertentu saja, akibatnya lamaran yang masuk relatif sedikit sehingga kesempatan untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sulit dan proses penempatan yang dilakukan tidak sesuai dengan spesifikasi keahlian dalam melakukan pekerjaan pada perusahaan tersebut.

* tabel sengaja tidak ditampilkan *

Tabel 1.1 memperlihatkan bahwa banyak pelamar yang memasukkan lamarannya sehingga peluang PT. X untuk mendapatkan karyawan yang baik terbuka lebar, karena perusahaan dapat memilih terbaik dari yang baik, berkualitas, dan dapat ditempatkan pada jabatan yang tepat.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian pada Kantor Direksi PT. X dengan judul "Pengaruh Sistem Rekrutmen Terhadap Penempatan Kerja Pada Kantor Direksi PT. X".

B. Perumusan Masalah
Setiap perusahaan pada umumnya tidak terlepas dari masalah dalam upaya untuk merealisasikan tujuannya. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut: "Apakah sistem rekrutmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap penempatan kerja pada Kantor Direksi PT. X ?".

C. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual bertujuan untuk mengemukakan secara umum menge nai objek penelitian yang dilakukan dalam kerangka dari variabel yang akan diteliti. Kerangka dalam penelitian ini mengemukakan variabel yang akan diteliti yaitu sistem rekrutmen sebagai variabel bebas (X) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penempatan kerja sebagai variabel terikat (Y) pada Kantor Direksi PT. X agar the right man on the right place dapat terpenuhi.
Menurut Mathis (2006 : 227), perekrutan adalah sebagai proses penarikan sejumlah calon yang berpotensi untuk diseleksi menjadi pegawai atau dapat juga diartikan, yaitu penarikan (recruitment) adalah masalah penting dalam pengadaan tenaga kerja. Setelah rekrutmen dilaksanakan maka proses selanjutnya adalah pelaksanaan seleksi. Seleksi ini didasarkan kepada spesifikasi tertentu dari setiap perusahaan yang bersangkutan.
Menurut Sastrohadiwiryo (2002:162), penempatan kerja adalah proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada karyawan yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggungjawabkan segala resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan, wewenang, serta tanggung jawabnya.
Sitem rekrutmen yang tepat akan menemukan" the rigth man on the right place". Kegagalan dalam melakukan penempatan dapat menjadi penghambat bagi proses pencapaian tujuan perusahaan. Sistem rekrutmen harus benar-benar dilakukan karena menyangkut proses jangka panjang dari karyawan sehingga orang yang tepat akan diperoleh. program rekrutmen dan penempatan kerja yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan maka tujuan perusahaan dapat tercapai.
Berdasarkan definisi di atas dapat diketahui bahwa sistem rekrutmen yang yang baik, maka akan mempengaruhi penempatan kerja dalam suatu perusahaan. Berdasarkan teori pendukung tersebut, kerangka konseptual pada penelitian ini digambarkan sebagai berikut:

* gambar sengaja tidak ditampilkan *

D. Hipotesis
Menurut Sugiyono (2006:168), hipotesis adalah suatu perumusan atau kesimpulan sementara mengenai suatu penelitian yang dibuat untuk menjelaskan penelitian itu, menuntun dan mengarahkan penelitian selanjutnya. Sesuai dengan permasalahan, maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : "Sistem rekrutmen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penempatan kerja pada Kantor Direksi PT. X".

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem rekrutmen yang dilakukan terhadap penempatan kerja pada Kantor Direksi PT. X.
2. Manfaat Penelitian
a. Bagi Perusahaan
Diharapkan dalam penelitian ini dapat memberikan masukan pada Kantor Direksi PT. X untuk mengetahui pengaruh sistem rekrutmen terhadap penempatan kerja.
b. Bagi Penulis
Menambah pengetahuan dan wawasan dengan menghubungkan teori yang didapat dalam perkuliahan dengan kenyataannya serta dapat memperdalam pengetahuan penulis dalam bidang manajemen sumber daya manusia.
c. Bagi Peneliti Lanjutan
Penelitian ini bermanfaat sebagai bahan informasi yang diperlukan dan perbandingan bagi penelitian dimasa yang akan datang, yang berkaitan dengan masalah rekrutmen, dan penempatan kerja karyawan.

Ping your blog, website, or RSS feed for Free